<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Traveling</title>
	<atom:link href="http://darmansjah.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://darmansjah.wordpress.com</link>
	<description>Looking for Traveler Guide? Here&#039;s Travel Guide information for you!</description>
	<lastBuildDate>Fri, 24 Feb 2012 04:48:31 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='darmansjah.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://0.gravatar.com/blavatar/4af25b9822059592c08b5754b67a7375?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Traveling</title>
		<link>http://darmansjah.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://darmansjah.wordpress.com/osd.xml" title="Traveling" />
	<atom:link rel='hub' href='http://darmansjah.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>A Holiday Adventure</title>
		<link>http://darmansjah.wordpress.com/2012/02/24/a-holiday-adventure/</link>
		<comments>http://darmansjah.wordpress.com/2012/02/24/a-holiday-adventure/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 24 Feb 2012 04:43:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>darmansjah</dc:creator>
				<category><![CDATA[adventure]]></category>
		<category><![CDATA[bali]]></category>
		<category><![CDATA[bali safari marine park]]></category>
		<category><![CDATA[holiday adventure]]></category>
		<category><![CDATA[Mara River Safari Lodge]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://darmansjah.wordpress.com/?p=1283</guid>
		<description><![CDATA[By darmansjah Banyak orang memilih Bali sebagai destinasi liburan dengan berbagai alasan. Pulau Dewata ini tidak hanya terkenal dengan alamnya yang memukau, tapi juga segudang aktivitas yang bisa dilakukan. Salah satu tempat untuk menghabiskan waktu liburan anda dan keluarga adalah Bali Safari and Marine Park yang terletak di kawasan Gianyar. Dengan luas area lebih dari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=darmansjah.wordpress.com&amp;blog=13280251&amp;post=1283&amp;subd=darmansjah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">By <a href="http://darmansjah.wordpress.com/about-darmansjah/"><span style="color:#008000;">darmansjah</span></a></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;"><a href="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/bali-safari-marine-park2.jpg"><span style="color:#008000;"><img class="aligncenter size-full wp-image-1285" title="Bali-Safari-Marine-Park2" src="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/bali-safari-marine-park2.jpg?w=500&#038;h=386" alt="" width="500" height="386" /></span></a></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">Banyak orang memilih Bali sebagai destinasi liburan dengan berbagai alasan. Pulau Dewata ini tidak hanya terkenal dengan alamnya yang memukau, tapi juga segudang aktivitas yang bisa dilakukan. Salah satu tempat untuk menghabiskan waktu liburan anda dan keluarga adalah <strong>Bali Safari and Marine Park</strong> yang terletak di kawasan Gianyar.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">Dengan luas area lebih dari 40 hektar, Bali Safari and Marine Park menyajikan tempat rekreasi yang menawarkan berbagai pengetahuan tentang hewan. Ada beragam kegiatan yang dapat dilakukan oleh anda dan keluarga, salah satunya adalah <em>Safari Journey</em>. Kegiatan ini mengajak para peserta berkeliling ke seluruh area Bali Safari and Marine Park, menjelajah habitat asli hewan-hewan asal Indonesia, india, juga Afrika. Anda juga bisa menyentuh langsung hewan-hewan tersebut, tentunya dengan pengawasan dari para penjaga berpengalaman. Para <em>guide </em>yang profesional akan menjelaskan beragam informasi mengenai hewan an habitatnya, sementara anda tinggal duduk nyaman di safari tram yang aman dan berpendingin udara. Misi konservasi telah menjadikan Bali Safari and Marine Park rumah bagi lebih dari 60 spesies hewan, termasuk spesies langka dan dilindungi. Sebagai bagian dari Taman Safari Indonesia, salah satu taman wisata ini memiliki beragam koleksi binatang langka seperti gajah, harimau putih, macan tutul, komodo, ikan piranha, dan cheetah. Selain Safari Journey. Anda juga bisa mencoba <em>Elephant Back Safari</em> yaitu kegiatan menunggang gajah untuk berkeliling wilayah ini. Atau mungkin anda dan keluarga ingin menonton <em>Elephant Show</em>, di mana para gajah melakukan berbagai atraksi yang lucu dan menghibur.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">Marine Park di wilayah konservasi ini menwarkan <em>fresh water aquarium</em> yang memesona. Tabung-tabung kacanya menjadi rumah bagi ribuan ikan berbagai bentuk yang berasal dari berbagai penjuru dunia. Terdapat hampir 40 spesies ikan yang menyatu dengan vegetasi alam seperti ganggang dan lumut air tawar. Di sini, anda bisa meliaht super red arowana yang merupakan ikan paling terkenal dari Kalimantan. Anda bahkan bisa memegang langsung <em>white tip shark</em> di <em>touch pool</em> yang aman bagi anak-anak. Sempatkan diri anda melihat <em>feeding time</em> ikan-ikan piranha, pad pukul 10.30 dan 16.00 setiap harinya.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">Selain wisata edukatif tentang hewan. Anda juga bisa melakukan bergam kegiatan lainnya di tempat ini. Mulai dari menikmati suguhan atraksi budaya seperti blinese dance performance dan Rndik, blajar membuat sajen, atau sekadar berfoto dengan burung kakatua atau bayi orangutan yang jinak. Tahun lalu taman margasatwa terbesar di Pulau Bali ini mengoperasikan Bali Theater yang setiap harinya menyajikan pertunjukan teater Bali Agung yang kolosal. Kegiatan rekreasi lain yang bisa anda lakukan di sini adalah mengungjungi The Water Park dengan 7 buah water slides dan wahana-wahana air lainnya yang cocok bagi agenda hiburan anda dan keluarga. Tidak hanya itu, terdapat juga wahan –wahan menarik di fun zone seperti climbing car, merry-go-round, dan go go bouncer. Beberapa wahana besar antara lain adalah junggle cruise, spinning coasater, flame ride, boom boom boats, dan bumper car yang tentunya menguji adrenalin anda.</span></p>
<div class="mceTemp mceIEcenter" style="text-align:justify;">
<dl class="wp-caption aligncenter">
<dt class="wp-caption-dt"><span style="color:#008000;"><a href="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/mara-river-safari-lodge.jpg"><span style="color:#008000;"><img class="size-full wp-image-1284" title="Mara-River-Safari-Lodge" src="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/mara-river-safari-lodge.jpg?w=500&#038;h=335" alt="" width="500" height="335" /></span></a></span></dt>
<dd class="wp-caption-dd"><span style="color:#008000;">mara river safari lodge</span></dd>
</dl>
</div>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">Setelah seharian beraktivitas jangan lupa untuk memberikan asupan pada perut anda. Beberapa tempat makan seperti <em>Uma Restaurant</em> dan <em>Tsavo Kon Restaurant</em> akan menjami anda dengna beragam masakan khas Bali, Indonesia, dan international. Beragam suvernir dari Bali Safari and Marine park bisa didapatkan di Safari Wonder Store. Bagi anda yagn ingin menginap tersedeia <em>Mara River Safari Lodge</em> sebagai akomodasi yang melengkapi liburan anda bersama keluarga.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">e.mail : <a href="mailto:infor@balisafarimarinepark.com"><span style="color:#008000;">infor@balisafarimarinepark.com</span></a> atau <a href="http://www.balisafarimarinepark.com/"><span style="color:#008000;">www.balisafarimarinepark.com</span></a></span></p>
<br />Filed under: <a href='http://darmansjah.wordpress.com/category/adventure/'>adventure</a> Tagged: <a href='http://darmansjah.wordpress.com/tag/bali/'>bali</a>, <a href='http://darmansjah.wordpress.com/tag/bali-safari-marine-park/'>bali safari marine park</a>, <a href='http://darmansjah.wordpress.com/tag/holiday-adventure/'>holiday adventure</a>, <a href='http://darmansjah.wordpress.com/tag/mara-river-safari-lodge/'>Mara River Safari Lodge</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/darmansjah.wordpress.com/1283/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/darmansjah.wordpress.com/1283/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/darmansjah.wordpress.com/1283/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/darmansjah.wordpress.com/1283/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/darmansjah.wordpress.com/1283/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/darmansjah.wordpress.com/1283/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/darmansjah.wordpress.com/1283/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/darmansjah.wordpress.com/1283/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/darmansjah.wordpress.com/1283/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/darmansjah.wordpress.com/1283/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/darmansjah.wordpress.com/1283/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/darmansjah.wordpress.com/1283/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/darmansjah.wordpress.com/1283/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/darmansjah.wordpress.com/1283/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=darmansjah.wordpress.com&amp;blog=13280251&amp;post=1283&amp;subd=darmansjah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://darmansjah.wordpress.com/2012/02/24/a-holiday-adventure/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>0.000000 0.000000</georss:point>
		<geo:lat>0.000000</geo:lat>
		<geo:long>0.000000</geo:long>
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/15f2b336ecd14a0a61ec5d1aa98a16b6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">darmansjah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/bali-safari-marine-park2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Bali-Safari-Marine-Park2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/mara-river-safari-lodge.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Mara-River-Safari-Lodge</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Visit Korea 2011-2012</title>
		<link>http://darmansjah.wordpress.com/2012/02/19/visti-korea-2011-2012/</link>
		<comments>http://darmansjah.wordpress.com/2012/02/19/visti-korea-2011-2012/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 19 Feb 2012 05:06:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>darmansjah</dc:creator>
				<category><![CDATA[tour info]]></category>
		<category><![CDATA[Dongdaemun]]></category>
		<category><![CDATA[GyeongbokgungPalace]]></category>
		<category><![CDATA[GyeongbokgungPalaceatau]]></category>
		<category><![CDATA[hala mountain]]></category>
		<category><![CDATA[jeju island]]></category>
		<category><![CDATA[jungmun beach]]></category>
		<category><![CDATA[National Folk Museum]]></category>
		<category><![CDATA[Seogwipo beach]]></category>
		<category><![CDATA[seoul]]></category>
		<category><![CDATA[south korea]]></category>
		<category><![CDATA[Suwon Waesong]]></category>
		<category><![CDATA[visit korea]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://darmansjah.wordpress.com/?p=1561</guid>
		<description><![CDATA[Menjawab Rasa Penasaran TentangKorea Executive summary by darmansjah   Negeri Kimchi ini seolah makin akrab di telinga kita. Sepertinya Korea Selatan memang negeri yang sungguh memikat. Panorama alam Pulau Jeju, eloknya Gunung Halla (Hallasan), Pantai Seogwipo, Taman Bunjae Artpia, Tebing Oedolgoe Rock, semua ada di Korea.   Pulau yang berlokasi di sebelah selatan Korea Selatan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=darmansjah.wordpress.com&amp;blog=13280251&amp;post=1561&amp;subd=darmansjah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h1 style="text-align:justify;"><span style="color:#000080;">Menjawab Rasa Penasaran TentangKorea</span></h1>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000080;">Executive summary by <a href="http://darmansjah.wordpress.com/about-darmansjah/"><em>darmansjah</em></a></span></p>
<p style="text-align:justify;"> <a href="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/seoul1.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1562" title="seoul1" src="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/seoul1.jpg?w=500&#038;h=301" alt="" width="500" height="301" /></a></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000080;">Negeri Kimchi ini seolah makin akrab di telinga kita. Sepertinya Korea Selatan memang negeri yang sungguh memikat. <em>Panorama alam Pulau Jeju, eloknya Gunung Halla (Hallasan), Pantai Seogwipo, Taman Bunjae Artpia, Tebing Oedolgoe Rock, semua ada di Korea.</em></span></p>
<p style="text-align:justify;"> <a href="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/jeju-island.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1563" title="jeju-island" src="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/jeju-island.jpg?w=500" alt=""   /></a></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000080;">Pulau yang berlokasi di sebelah selatan Korea Selatan in bisa dicapai dengan pesawat terbang sekitar satu jam dari <a href="http://darmansjah.wordpress.com/2012/02/12/n-seoul-tower-landmark-di-kota-seoul/">Seoul</a>.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000080;">Jejak histories yang terekam dalam bangunan-bangunan kuno menyiratkan kisah tersendiri.</span></p>
<p style="text-align:justify;"> <a href="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/gyeongbokgung-palace.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1564" title="Gyeongbokgung Palace" src="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/gyeongbokgung-palace.jpg?w=500" alt=""   /></a></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000080;"><em>GyeongbokgungPalace atau</em> disebut juga dengan <em>NorthernPalace</em> dan Gyeingheegung atau Istana Barat. GyeongbokgungPalace tak diragukan lagi adalah istana paling indah dan paling besar di Korea Selatan. Istana yang dibangun pada 1395 ini banyak memiliki sejarah, terutama saat pendudukan Jepang.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/suwon-waesong.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1565" title="KONICA MINOLTA DIGITAL CAMERA" src="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/suwon-waesong.jpg?w=500&#038;h=666" alt="" width="500" height="666" /></a></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000080;">Tak hanya itu. Daya tarikKoreajuga terletak padaKeberadaan <em>N Seoul Tower, National Folk Museum, Suwon Waesong</em> (benteng tengahkota). Jangan dilupakan pula pusat belanja <em>Dongdaemun, Namsan</em>, pada saat menyambangi Korea.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="color:#000080;">KTO</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000080;">Dalam kancah relasi antarnegara, hubunganKoreadengan beberapa Negara lain sudah terjalin baik. Bahkan seiiring dengan pertumbuhan ekonomi international yang membaik dan progresif, kerjasama antaraKoreadengan dunia internasional semakin erat dan meliputi berbagai sector.</span></p>
<div id="attachment_1566" class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><a href="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/national-folk-museum.jpg"><img class="size-full wp-image-1566" title="National Folk Museum" src="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/national-folk-museum.jpg?w=500&#038;h=331" alt="" width="500" height="331" /></a><p class="wp-caption-text">National Folk Museum</p></div>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000080;">Hal ini juga terbukti dari tingkat kunjungan masyarakat internasional ke <a href="http://darmansjah.wordpress.com/2012/02/12/n-seoul-tower-landmark-di-kota-seoul/">Korea</a> dan sebaliknya.</span></p>
<div id="attachment_1567" class="wp-caption aligncenter" style="width: 425px"><a href="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/dongdaemun-market.jpg"><img class="size-full wp-image-1567" title="dongdaemun-market" src="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/dongdaemun-market.jpg?w=500" alt=""   /></a><p class="wp-caption-text">Dongdaemun market</p></div>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000080;">Berusaha menjawab kebutuhan ini sekaligus dalam upaya menjembatani hubungan <a href="http://darmansjah.wordpress.com/2012/02/12/n-seoul-tower-landmark-di-kota-seoul/"><em>Korea</em></a> dengan dunia iternasinal, Korea Tourism Organization (KTO) meresmikan kantornya, antara lain di Jakarta pada 22 juni 2011. Hal ini terkait dengan program Visit Korea Year 2011-2012.</span></p>
<div id="attachment_1568" class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><a href="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/jungmun-beach.jpg"><img class="size-full wp-image-1568" title="jungmun-beach" src="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/jungmun-beach.jpg?w=500&#038;h=332" alt="" width="500" height="332" /></a><p class="wp-caption-text">jungmun beach</p></div>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000080;">KTO delegation memperkenalkan sejumlah obyek wisata terbaik di <a href="http://darmansjah.wordpress.com/2012/02/12/n-seoul-tower-landmark-di-kota-seoul/">Korea</a>, termasuk Tourism Travel Mart yang didukung oleh 100 agen perjalanan wisata yang ada di masing-masing Negara.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000080;">Pengunjung yang datang ke <a href="http://darmansjah.wordpress.com/2012/02/12/n-seoul-tower-landmark-di-kota-seoul/"><strong>Korea</strong></a> akan menemukan lanskap yang indah dan peninggalan bersejarah yang menarik di setiap sudutkota. Beragam kuliner local juga menjadi bagian dari peninggalan budaya yang menyenangkan.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000080;">Di <a href="http://darmansjah.wordpress.com/2012/02/12/n-seoul-tower-landmark-di-kota-seoul/">Korea</a> juga terdapat energi yang seolah tiada habisnya.Korea adalah adalah tujuan tepat untuk membantu anda refreshing, menyegarkan diri, dan menemukan diri sendiri, dan tentu saja menikmati liburan. Jadi, bila tak sabar bertemu dengan panorama keindahan Korea, segera luangkan waktu beberapa hari, gali informasi tentang Korea sebanyak-banyaknya, dan sambangilah secepatnya Negeri yang penuh Kedisiplinan ini, tentunya kita pun dapat meneladani dari mereka apa itu arti sebuah kedisiplinan dalam berkehidupan yang layak yang membudaya dalam keseharian warga Korea!, selamat berlibur ke Korea, temukan kembali diri sendiri! Di Korea yang mengagumkan Dunia.</span></p>
<br />Filed under: <a href='http://darmansjah.wordpress.com/category/tour-info/'>tour info</a> Tagged: <a href='http://darmansjah.wordpress.com/tag/dongdaemun/'>Dongdaemun</a>, <a href='http://darmansjah.wordpress.com/tag/gyeongbokgungpalace/'>GyeongbokgungPalace</a>, <a href='http://darmansjah.wordpress.com/tag/gyeongbokgungpalaceatau/'>GyeongbokgungPalaceatau</a>, <a href='http://darmansjah.wordpress.com/tag/hala-mountain/'>hala mountain</a>, <a href='http://darmansjah.wordpress.com/tag/jeju-island/'>jeju island</a>, <a href='http://darmansjah.wordpress.com/tag/jungmun-beach/'>jungmun beach</a>, <a href='http://darmansjah.wordpress.com/tag/national-folk-museum/'>National Folk Museum</a>, <a href='http://darmansjah.wordpress.com/tag/seogwipo-beach/'>Seogwipo beach</a>, <a href='http://darmansjah.wordpress.com/tag/seoul/'>seoul</a>, <a href='http://darmansjah.wordpress.com/tag/south-korea/'>south korea</a>, <a href='http://darmansjah.wordpress.com/tag/suwon-waesong/'>Suwon Waesong</a>, <a href='http://darmansjah.wordpress.com/tag/visit-korea/'>visit korea</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/darmansjah.wordpress.com/1561/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/darmansjah.wordpress.com/1561/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/darmansjah.wordpress.com/1561/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/darmansjah.wordpress.com/1561/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/darmansjah.wordpress.com/1561/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/darmansjah.wordpress.com/1561/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/darmansjah.wordpress.com/1561/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/darmansjah.wordpress.com/1561/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/darmansjah.wordpress.com/1561/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/darmansjah.wordpress.com/1561/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/darmansjah.wordpress.com/1561/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/darmansjah.wordpress.com/1561/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/darmansjah.wordpress.com/1561/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/darmansjah.wordpress.com/1561/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=darmansjah.wordpress.com&amp;blog=13280251&amp;post=1561&amp;subd=darmansjah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://darmansjah.wordpress.com/2012/02/19/visti-korea-2011-2012/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>0.000000 0.000000</georss:point>
		<geo:lat>0.000000</geo:lat>
		<geo:long>0.000000</geo:long>
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/15f2b336ecd14a0a61ec5d1aa98a16b6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">darmansjah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/seoul1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">seoul1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/jeju-island.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">jeju-island</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/gyeongbokgung-palace.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Gyeongbokgung Palace</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/suwon-waesong.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">KONICA MINOLTA DIGITAL CAMERA</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/national-folk-museum.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">National Folk Museum</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/dongdaemun-market.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">dongdaemun-market</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/jungmun-beach.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">jungmun-beach</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Singa-singa Cantik</title>
		<link>http://darmansjah.wordpress.com/2012/02/12/singa-singa-cantik/</link>
		<comments>http://darmansjah.wordpress.com/2012/02/12/singa-singa-cantik/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 12 Feb 2012 04:59:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>darmansjah</dc:creator>
				<category><![CDATA[cultural]]></category>
		<category><![CDATA[bottle art]]></category>
		<category><![CDATA[Gallion in the Bottle]]></category>
		<category><![CDATA[lion art]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://darmansjah.wordpress.com/?p=865</guid>
		<description><![CDATA[Oleh Darmansjah  Kesuksesan London menggelar Elephants Parade-menempatkan ratusan patung gajah keramik yang dilukis para seniman sebagai aksi penggalangan dana bagi pelestarian satwa langka-berlanjut ke Bournemouth. Ratusan patung singa keramik diluki atau dihias permata muncul dalam skala sebenarnya. Bertujuan agar pejalan dapat lebih mengekplorasi kota pesisir di selatan Inggris ini, sekaligus upaya pengumpulan donasi untuk Born [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=darmansjah.wordpress.com&amp;blog=13280251&amp;post=865&amp;subd=darmansjah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_866" class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><a href="http://darmansjah.files.wordpress.com/2011/11/gallion-in-the-bottle.jpg"><img class="size-full wp-image-866" title="Gallion in the Bottle" src="http://darmansjah.files.wordpress.com/2011/11/gallion-in-the-bottle.jpg?w=500&#038;h=333" alt="" width="500" height="333" /></a><p class="wp-caption-text">Gallion in the Bottle</p></div>
<p style="text-align:justify;">Oleh<a href="http://darmansjah.wordpress.com/about-darmansjah/"> Darmansjah</a></p>
<p style="text-align:justify;"> Kesuksesan London menggelar Elephants Parade-menempatkan ratusan patung gajah keramik yang dilukis para seniman sebagai aksi penggalangan dana bagi pelestarian satwa langka-berlanjut ke Bournemouth. Ratusan patung singa keramik diluki atau dihias permata muncul dalam skala sebenarnya. Bertujuan agar pejalan dapat lebih mengekplorasi kota pesisir di selatan Inggris ini, sekaligus upaya pengumpulan donasi untuk Born Free Foundation dan Julia’s House. Singa pada gambar di atas berjudul  <em>Gallion in the Bottle</em>, karya Rishi Ludgate. Patung alinnya, singa berdandan ala raja rock’n roll Elvis Presley, lengkap dengan rambut jambul dari pita kaset dan busana bling-bling, celana panjang cutbray. Hewan tersohor Boo asal San Frnciso AS, adalah anjing Pomeranian terlucu dan terpopuler dengan 1,9 juta fans di facebook. Ia merilis buku foto berjudul Boo, The life of the World’s Cutest Dog. Bir As 1 presiden AS barack obama meracik bir di Gedung Putih yang dinamakan White hOuse Honey Ale. Danau paling asin Great Salt Lake di utah AS, adalah danau garama terbesar di dunia belahan barat. Ari danau ini enam kali lebih asin dari air laut biasa.</p>
<br />Filed under: <a href='http://darmansjah.wordpress.com/category/cultural/'>cultural</a> Tagged: <a href='http://darmansjah.wordpress.com/tag/bottle-art/'>bottle art</a>, <a href='http://darmansjah.wordpress.com/tag/gallion-in-the-bottle/'>Gallion in the Bottle</a>, <a href='http://darmansjah.wordpress.com/tag/lion-art/'>lion art</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/darmansjah.wordpress.com/865/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/darmansjah.wordpress.com/865/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/darmansjah.wordpress.com/865/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/darmansjah.wordpress.com/865/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/darmansjah.wordpress.com/865/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/darmansjah.wordpress.com/865/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/darmansjah.wordpress.com/865/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/darmansjah.wordpress.com/865/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/darmansjah.wordpress.com/865/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/darmansjah.wordpress.com/865/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/darmansjah.wordpress.com/865/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/darmansjah.wordpress.com/865/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/darmansjah.wordpress.com/865/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/darmansjah.wordpress.com/865/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=darmansjah.wordpress.com&amp;blog=13280251&amp;post=865&amp;subd=darmansjah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://darmansjah.wordpress.com/2012/02/12/singa-singa-cantik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>0.000000 0.000000</georss:point>
		<geo:lat>0.000000</geo:lat>
		<geo:long>0.000000</geo:long>
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/15f2b336ecd14a0a61ec5d1aa98a16b6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">darmansjah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://darmansjah.files.wordpress.com/2011/11/gallion-in-the-bottle.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Gallion in the Bottle</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bangunan Kuno</title>
		<link>http://darmansjah.wordpress.com/2012/02/12/bangunan-kuno/</link>
		<comments>http://darmansjah.wordpress.com/2012/02/12/bangunan-kuno/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 12 Feb 2012 04:32:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>darmansjah</dc:creator>
				<category><![CDATA[home living]]></category>
		<category><![CDATA[bicyle]]></category>
		<category><![CDATA[Hotel King Arthur]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Kopenhagen]]></category>
		<category><![CDATA[old building]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://darmansjah.wordpress.com/?p=1277</guid>
		<description><![CDATA[Lain Jakarta, Lain Kopenhagen   executive summary by darmansjah Begitu keluar dari pelabuhan udara Kopenhagen, Soren Langberg Simonsen; Marketing Wonderful Copenhagen, langsung menyambut kami dengan senyum. Selanjutnya, dia membagikan Copenhagen Card dan pulpen serta meminta kami menuliskan nama pada masing-masing kartu Kopenhagen tersebut. Setelah semua beres, kami diajak naik metro menuju tengah kota. “Kartu ini [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=darmansjah.wordpress.com&amp;blog=13280251&amp;post=1277&amp;subd=darmansjah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h1 style="text-align:justify;"><span style="color:#3366ff;">Lain Jakarta, Lain Kopenhagen</span></h1>
<p style="text-align:justify;"> <a href="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/copenhagen.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1279" title="copenhagen" src="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/copenhagen.jpg?w=500&#038;h=375" alt="" width="500" height="375" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">executive summary by <a href="http://darmansjah.wordpress.com/about-darmansjah/">darmansjah</a></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#3366ff;">Begitu keluar dari pelabuhan udara Kopenhagen, <em>Soren Langberg Simonsen</em>; Marketing Wonderful Copenhagen, langsung menyambut kami dengan senyum. Selanjutnya, dia membagikan Copenhagen Card dan pulpen serta meminta kami menuliskan nama pada masing-masing kartu Kopenhagen tersebut.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#3366ff;">Setelah semua beres, kami diajak naik metro menuju tengah kota. “Kartu ini bisa digunakan untuk naik beragam kendaraan umum, seperti metro dan bus kota. Selain itu, bisa juga untuk masuk ke tempat wisata, seperti beberapa museum di tengah kota,” kata Soren menjelaskan manfaat <em>Copenhagen Card</em> yang harganya sekitar 100 US$.</span></p>
<div id="attachment_1278" class="wp-caption aligncenter" style="width: 490px"><a href="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/hotel-copenhagen.jpg"><img class="size-full wp-image-1278" title="Hotel-Copenhagen" src="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/hotel-copenhagen.jpg?w=500" alt=""   /></a><p class="wp-caption-text">plaza hotel king arthur</p></div>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#3366ff;">Perjalanan dari pelabuhan udara ke stasiun terdekat yang menuju <em>Hotel King Arthur</em> tempat kami menginap sekitar 10 menit. Namun, kaki terasa cukup pegal untuk melanjutkan perjalanan ke hotel yang berusia sekitar 130 tahun itu.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#3366ff;">“Harga mobil di sini cukup mahal. Karena itu, masyarakat umum lebih memilih bersepeda atau jalan kaki,” tambah Soren setengah menjelaskan mengapa kami diajak berjalan kaki menuju hotel, Rabu (5/10) sore itu.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#3366ff;">Di tengah dinginnya udara <strong>Kopenhagen</strong> yang tercatat sekitar 19 derajat celcius, kami kemudian mencoba berkeliling kota dengan sepeda yang dipinjamkan pihak hotel. Dari perjalanan itu, kami semakin yakin dengan pernyataan Soren, berbagai sudut kota memang tak lepas dari pesepeda dan pejalan kaki. Beberapa bahkan menggunakan sepeda yang dibentuk seperti gerobak untuk membonceng anak-anak mereka.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/copenhage-bicyle1.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1280" title="copenhage bicyle1" src="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/copenhage-bicyle1.jpg?w=500&#038;h=333" alt="" width="500" height="333" /></a></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#3366ff;">“<strong>Lain Jakarta, Lain Kopenhagen</strong>,” demikian komentar salah satu anggota rombongan kami yang saat itu berkunjung ke Kopenhagen dalam rangka mencoba rute penerbangan baru Emirates, Dubai-Kopenhagen. “Di Jakarta kita menyaksikan ‘ganas’-nya sepeda motor, sementara di Kopenhagen sepedalah yang terkesan menguasai jalanan,” lanjutnya.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#3366ff;">Tak hanya itu, jika bangunan kuno di jakarta semakin habis, di Kopenhagen justru sebaliknya. Pemuja bangunan tua sangat terpuaskan. Gedung-gedung yang didirikan sejak abad ke-16 masih terlihat cantik dan menawan.<a href="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/copenhagen-bicyle2.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1281" title="copenhagen bicyle2" src="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/copenhagen-bicyle2.jpg?w=500&#038;h=375" alt="" width="500" height="375" /></a></span></p>
<p style="text-align:justify;"> <span style="color:#3366ff;">Di samping itu ada sejumlah tempat makan yang mendapat rekomendasi ‘bergensi’ Michelin (Michelin Guide). Makanannya tidak hanya enak, penataannya pun sangat menarik.</span></p>
<p style="text-align:justify;"> <span style="color:#3366ff;">Kopenhagen, kota kecil yang berpenduduk sekitar 1,2 juta jiwa itu, bisa dibilang identik dengan sepeda dan bangunan kuno. Sangat menarik!</span></p>
<br />Filed under: <a href='http://darmansjah.wordpress.com/category/home-living/'>home living</a> Tagged: <a href='http://darmansjah.wordpress.com/tag/bicyle/'>bicyle</a>, <a href='http://darmansjah.wordpress.com/tag/hotel-king-arthur/'>Hotel King Arthur</a>, <a href='http://darmansjah.wordpress.com/tag/jakarta/'>jakarta</a>, <a href='http://darmansjah.wordpress.com/tag/kopenhagen/'>Kopenhagen</a>, <a href='http://darmansjah.wordpress.com/tag/old-building/'>old building</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/darmansjah.wordpress.com/1277/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/darmansjah.wordpress.com/1277/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/darmansjah.wordpress.com/1277/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/darmansjah.wordpress.com/1277/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/darmansjah.wordpress.com/1277/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/darmansjah.wordpress.com/1277/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/darmansjah.wordpress.com/1277/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/darmansjah.wordpress.com/1277/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/darmansjah.wordpress.com/1277/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/darmansjah.wordpress.com/1277/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/darmansjah.wordpress.com/1277/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/darmansjah.wordpress.com/1277/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/darmansjah.wordpress.com/1277/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/darmansjah.wordpress.com/1277/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=darmansjah.wordpress.com&amp;blog=13280251&amp;post=1277&amp;subd=darmansjah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://darmansjah.wordpress.com/2012/02/12/bangunan-kuno/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>0.000000 0.000000</georss:point>
		<geo:lat>0.000000</geo:lat>
		<geo:long>0.000000</geo:long>
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/15f2b336ecd14a0a61ec5d1aa98a16b6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">darmansjah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/copenhagen.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">copenhagen</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/hotel-copenhagen.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Hotel-Copenhagen</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/copenhage-bicyle1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">copenhage bicyle1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/copenhagen-bicyle2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">copenhagen bicyle2</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>N Seoul Tower, “Landmark” di Kota Seoul</title>
		<link>http://darmansjah.wordpress.com/2012/02/12/n-seoul-tower-landmark-di-kota-seoul/</link>
		<comments>http://darmansjah.wordpress.com/2012/02/12/n-seoul-tower-landmark-di-kota-seoul/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 12 Feb 2012 02:12:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>darmansjah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Traveling]]></category>
		<category><![CDATA[N seoul tower]]></category>
		<category><![CDATA[south korea]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://darmansjah.wordpress.com/?p=1349</guid>
		<description><![CDATA[executive summary by darmansjah SEOUL! Nama ini terserukan dengn semangat saat menginjakkan kaki dikota utama Korea Selatan ini. Kota di Korea ini memang seakan punya sejuta warna. Bagaiman tidak? Berbagai obyek wisata menarik ada di sini. Wisata budaya sangat kental di tengah modernisasi yang kian marak di Korea. Menjelajah Kota Seoul pun tak kalah menarik. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=darmansjah.wordpress.com&amp;blog=13280251&amp;post=1349&amp;subd=darmansjah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">executive summary by <a href="http://darmansjah.wordpress.com/about-darmansjah/"><span style="color:#003366;">darmansjah</span></a></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><strong>SEOUL</strong><strong>!</strong> Nama ini terserukan dengn semangat saat menginjakkan kaki dikota utama Korea Selatan ini. Kota di Korea ini memang seakan punya sejuta warna. Bagaiman tidak? Berbagai obyek wisata menarik ada di sini.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><a href="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/n-seoul-tower.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-1509" title="n seoul tower" src="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/n-seoul-tower.jpg?w=500" alt=""   /></a>Wisata budaya sangat kental di tengah modernisasi yang kian marak di Korea. Menjelajah Kota Seoul pun tak kalah menarik. Banyak destinasi unik dan atrafktif yang bisa dikunjungi. Salah satunya adalah <strong>N Seoul</strong><strong> Tower.</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><strong>“Landmark “ Seoul</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><em>N Seoul Tower berlokasi di Gunung Namsan</em> dan disebut-sebut sebagai landmark Kota Seoul. Menara yang dibangun pada 1975 ini semula digunakan sebagai menara transmisi radio. Barulah pada 1981, N Eoul Tower dibuka untuk public.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Menariknya, menara ini memiliki teropong, restoran, museum, dan toko souvenir. Cobalah singgahi restoran yang berlokasi di lantai 5 NSeoulTower. Restoran ini menyajikan pemandangan 360 derajat Kota Seoul. Apalagi pada waktu malam, suasana romatis hadir di restoran ini. Kedipan lampu-lampu di Seoul di tengah gulita malam sungguh  memberi panoram indahkotaSeouldi waktu malam.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Restoran di N Seoul Tower terdiri dari N-Grill dan HanCook. N-Grill merupakan restoran ala Perancis yang menyajikan hidangan full course. Uniknya, di restoran ini, anda <em>bisa merasakan sensasi putran N Seoul Tower 360 derajat untuk menikmati panorama seluruh kota</em>. Durasi satu kali putran adalah sekitar 1 jam 40 menit. Sementara itu, jika ingin mencicipi nuasa klasik restoranKorea, anda bisa menyambangi HanCook, restoran faovrit keluarga ii menyajikan 30 jenis makanan dalam bentuk buffet.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><strong>Gembok Cinta</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Sebelum menikmati hidangan nikmat di restoran yang tersedia di N Seoul Tower, anda bisa mengunjungi RoofTerracedanMuseumTeddy Bear. <strong>Roof Terrace</strong>  adalah area outdoor di N Seoul Tower yang menghadirkan pemandangan Kota Seoul yang mengesankan.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Bila anda menemukan banyak gembok terpasang di sini, tak perlu heran Roof Terrace memang terkenal dengan gembok yang disematkan para pengunjung sebagai harapan akan cinta yang tak akan terputuskan.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Pengalaman berbeda akan anda rasakan ketika menyambangi Museum Teddy Bear. Di sini, beragam boneka teddy bear terpajang dan menggambarkan masa lalu dan masa kiniKoreadari berbagai generasi. Dengan kata lin, ini adalah sejarahKoreayang tersimbolkan dalam boneka beruang.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Ingin menyaksikan panorama 360 derjat Kota Seoul? Tersedia teropong digital di N Seoul Tower. Pengunjung juga bisa mendapatkan infromasi mengenaiSeouldan Gunung Namsan.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><strong>Di Sekitar Menara</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Tak hanya N Seoul Tower yang memikat. Tak jauh dari menara ini, terdapat <strong>Namsan Park, Namsan Honk Village, Museum unik</strong>, dan berbagai fasilitas khas Korea<em>. Namsan Park merupakan taman terbesar di jantung Kota Seoul yang terdiri area hutan, plaza, kolam, perpustakaan, pusat kebudayaan, dan fasilitas olahraga.</em> Sempatkanlah mengunjungi taman cantik ini.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Keunikan lain ada di NamsangolHanokVillage. Adapun<em>Namsangol</em><em> Hanok Village</em><em> merupakan relokasi dan renovasi rumah hanok. Dinasti Joseon </em>(1392-1910) yang menggmbarkan gaya hidup di zaman tersebut. Sementara itu, <em>Museum Chojun Textile &amp; Quit Ar</em>t bisa ditemukan di jalan menuju cable car di Namsa.</span></p>
<p><span style="color:#003366;">Sebagai informasi, N Seoul Tower bisa dicapai dengan bus, mobil, cable car, da nSeoul Cityu Tour Bus. Cara lain untuk menuju N Seoul Tower adalah dengan Namsan Oreumi, escalator outdoor dengan dinding kaca yang akan mengantar anda ke puncak bukit. Nmasan Oreumi berangkat dari depan plaza di depan Namsan Tunnel#3, mampu menempuh jarak 140 meter dan mengangkut hingga 20 penumpang.</span></p>
<p><span style="color:#003366;">Koreameman menawan. Tak sabar rasanya mengunjungi Negeri yang terkenal akan KeDisiplinannya ini.</span></p>
<br />Filed under: <a href='http://darmansjah.wordpress.com/category/traveling/'>Traveling</a> Tagged: <a href='http://darmansjah.wordpress.com/tag/n-seoul-tower/'>N seoul tower</a>, <a href='http://darmansjah.wordpress.com/tag/south-korea/'>south korea</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/darmansjah.wordpress.com/1349/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/darmansjah.wordpress.com/1349/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/darmansjah.wordpress.com/1349/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/darmansjah.wordpress.com/1349/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/darmansjah.wordpress.com/1349/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/darmansjah.wordpress.com/1349/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/darmansjah.wordpress.com/1349/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/darmansjah.wordpress.com/1349/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/darmansjah.wordpress.com/1349/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/darmansjah.wordpress.com/1349/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/darmansjah.wordpress.com/1349/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/darmansjah.wordpress.com/1349/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/darmansjah.wordpress.com/1349/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/darmansjah.wordpress.com/1349/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=darmansjah.wordpress.com&amp;blog=13280251&amp;post=1349&amp;subd=darmansjah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://darmansjah.wordpress.com/2012/02/12/n-seoul-tower-landmark-di-kota-seoul/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>0.000000 0.000000</georss:point>
		<geo:lat>0.000000</geo:lat>
		<geo:long>0.000000</geo:long>
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/15f2b336ecd14a0a61ec5d1aa98a16b6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">darmansjah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/n-seoul-tower.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">n seoul tower</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>6 Most Favorite Destination In Asia</title>
		<link>http://darmansjah.wordpress.com/2012/02/09/6-most-favorite-destination-in-asia/</link>
		<comments>http://darmansjah.wordpress.com/2012/02/09/6-most-favorite-destination-in-asia/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Feb 2012 11:05:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>darmansjah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berkelana]]></category>
		<category><![CDATA[angkor watt temple]]></category>
		<category><![CDATA[Ayutthaya]]></category>
		<category><![CDATA[bangkok]]></category>
		<category><![CDATA[bts bangkok]]></category>
		<category><![CDATA[Chatuchak]]></category>
		<category><![CDATA[chiangmai]]></category>
		<category><![CDATA[chiangrai]]></category>
		<category><![CDATA[china]]></category>
		<category><![CDATA[China Folk Culture villages]]></category>
		<category><![CDATA[citadel]]></category>
		<category><![CDATA[city hall]]></category>
		<category><![CDATA[Cu Chi Tunnel]]></category>
		<category><![CDATA[Golden Temple Villa]]></category>
		<category><![CDATA[guangzhou]]></category>
		<category><![CDATA[Guangzhou East Railway Stasion]]></category>
		<category><![CDATA[halongbay]]></category>
		<category><![CDATA[hanoi]]></category>
		<category><![CDATA[hlong bay]]></category>
		<category><![CDATA[ho chi minh city]]></category>
		<category><![CDATA[ho chi minh mausoleum]]></category>
		<category><![CDATA[hue city]]></category>
		<category><![CDATA[jonker street]]></category>
		<category><![CDATA[kamboja]]></category>
		<category><![CDATA[kl]]></category>
		<category><![CDATA[kl monorail]]></category>
		<category><![CDATA[klcc]]></category>
		<category><![CDATA[macau]]></category>
		<category><![CDATA[malacca]]></category>
		<category><![CDATA[malaka]]></category>
		<category><![CDATA[malaysia]]></category>
		<category><![CDATA[Mekong Delta]]></category>
		<category><![CDATA[Metro Gongyuanqian]]></category>
		<category><![CDATA[mongkok]]></category>
		<category><![CDATA[mrt]]></category>
		<category><![CDATA[one pillar pagoda]]></category>
		<category><![CDATA[penang]]></category>
		<category><![CDATA[phatong beach]]></category>
		<category><![CDATA[phi phi island]]></category>
		<category><![CDATA[phnom penh]]></category>
		<category><![CDATA[Phom Penh]]></category>
		<category><![CDATA[phuket]]></category>
		<category><![CDATA[Quan AN Ngonh]]></category>
		<category><![CDATA[royal palace cambodia]]></category>
		<category><![CDATA[ruins of st paul macau]]></category>
		<category><![CDATA[shenxhen]]></category>
		<category><![CDATA[Shenzhen Museum]]></category>
		<category><![CDATA[Siem Reap]]></category>
		<category><![CDATA[singapura]]></category>
		<category><![CDATA[Ta Prhom temple]]></category>
		<category><![CDATA[Thailand Cultural Center Station]]></category>
		<category><![CDATA[victoria park]]></category>
		<category><![CDATA[vietnam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://darmansjah.wordpress.com/?p=776</guid>
		<description><![CDATA[6 Most Favorite Destination In Asia  executive summary by Darmansjah Godjali  “Dunia ini ibarat  buku, dan mereka yang tidak berpergian hanya membaca satu halamannya.” –St. Augustine.  Semangat untuk membaca buku seutuhnya membuat Vira Zoelfikar berusaha sebisa mungkin menjelajah ke mana pun. Ia rela menjalaninya dengan hemat alias traveling with budget, asalkan semakin banyak hal menarik [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=darmansjah.wordpress.com&amp;blog=13280251&amp;post=776&amp;subd=darmansjah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h1 style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;">6 Most Favorite Destination In Asia</span></h1>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;"> executive summary by <em><strong><a href="http://darmansjah.wordpress.com/about-darmansjah/">Darmansjah Godjali</a></strong></em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;"> <em>“Dunia ini ibarat  buku, dan mereka yang tidak berpergian hanya membaca satu halamannya.”</em> –St. Augustine.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;"> Semangat untuk membaca buku seutuhnya membuat <strong>Vira Zoelfikar</strong> berusaha sebisa mungkin menjelajah ke mana pun. Ia rela menjalaninya dengan hemat alias <em>traveling</em> <em>with budget</em>, asalkan semakin banyak hal menarik di dunia ini yang bisa dilihat dan alami. Berikut ini beberapa  kisah dan tips dari pengalaman berpergian ala budget di beberapa negara Asia, yang bisa dijadikan referensi bagi anda yang baru mau mencoba berpergian dengan cara ini.</span></p>
<h1 style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;">Singapura Dan Malaysia</span></h1>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;">Singapura,Kualumpur, Malaka, Penang. Trotoar terawat dan udara Singapura yang cukup bersih membuat kita nyaman berjalan kaki keliling kota. Selain merupakan cara hemat untuk menikmati panorama, dengan berjalan kaki biasanya kita menemukan banyak objek menarik untuk difoto. Sedangkan lokasi-lokasi wajib untuk berfoto di sana misalnya di <strong>Merlion Park, gedung Esplanade, Raffles Hotel, Clarke Quay</strong>, dan tentu saja <strong>Orchad Road</strong>. Anda yang memiliki dana lebih dapat berkunjung ke dua lokasi wisata favorit baru yaitu <strong>Universal Studios</strong> di Pulau Sentosa dan <strong>Marina Bay Sands</strong> dengan Skypark-nya yang spektakuler.</span></p>
<p><a href="http://darmansjah.files.wordpress.com/2011/09/merlion-park1.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-778" title="merlion park" src="http://darmansjah.files.wordpress.com/2011/09/merlion-park1.jpg?w=500" alt=""   /></a></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;">Turis Indonesia yang ke Singapura biasanya tak lepas dari belanja di Orchad Road. Pilihan belanja yang lebih murah misalnya di Mustafa (Little India), Bugis Market, dan Bras Basah untuk buku baru dan bekas. Anda yang tertarik mempelajari budaya dapat berkunjung ke museum, di antaranya <strong>Asian Civilization Museum</strong> di tepi Singapore River (htm S$8 per orang), <strong>Mint Museum of Toys</strong> (S$10 per orang), <strong>dan Singapore Art Museum</strong> di Baras Bash yang gratis setiap Jumat malam. Jangan bayangkan suasana suram dan terbengkalai seperti kebanyakan museum di Indonesia<em>, karena di Singapura umumnya museum tertata dan terawat dengan baik</em>.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;"><strong><a href="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/kl21.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1512" title="kl2" src="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/kl21.jpg?w=500&#038;h=333" alt="" width="500" height="333" /></a>Di Kuala Lumpur</strong>, menara kembar Petronas <strong>di kompleks Suria KLCC</strong> telah menjadi lokasi foto wajib hampir setiap turis yang datang ke ibukota Malaysia ini. Kalau anda mau naik ke jembatan yang menghubungi kedua menari ini, siap-siap untuk antri dari jam tujuh pagi di hari-hari yang ditentukan. Kompleks ini juga gampang diakses karena terletak di atas salah satu <strong>stasiun Putra LRT</strong>. Sightseeing di Kuala Lumpur bisa meliputi area <strong>Asian Heritage Row</strong> yang juga memberi beberapa pilihan tempat makan, dan Dataran Mereka yang cantik dengan gedung-gedung tua, air mancur, dan tata lampur yang cantik di malam hari. Lalu di jalan <strong>Bukit Bintang</strong>, toko, mall, restoran, dan money changer bertebaran di seputarnya. Jika ingin rehat sejenak dari kehidupan kota, pusta hiburan <strong>Genting Highland</strong> dapat anda tuju.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;"><a href="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/gorge-town-penang.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1513" title="gorge town penang" src="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/gorge-town-penang.jpg?w=500&#038;h=375" alt="" width="500" height="375" /></a>Selain Kuala Lumpur, kota-kota yang pernah saya kunjungi di Malaysia adalah <strong>Malaka </strong>dan <strong>Georgetown</strong>. Keduanya bisa dicapai dengna bus dari Kualu Lumpur Bus KL-Malaka-KL dengan tarif sekitar 20RM untuk bis dengan kondisi baik dan ber-AC. Georgetown, ibukota propinsi Penang, bahkan bisa dicapai naik pesawat langsung dari Jakarta atau Medan. Tinggal tunggu saja kapan ada promo tiket kalau mau mendapatkan harga super murah. Penang sudah cukup dikenal tentang pelayanan medik yang berkualitas di kalangan penduduk Indonesia. Selain itu, mungkin anda juga pernah mendengar tentang penang laksa. Mi kari khas Penang ini paling sedap dicicipi di salah satu tenda pasa malam Gurney Drive, atau di kompleks Makanan Medan Renong yang berbatas dengan Selat Penang. Seperti halnya Malaka, <strong>Penang</strong> juga dinobatkan sebagai UNESCO World Heritage karena banyaknya peninggalan kuno berupa ruko, kuil, rumah, gereja, masjid, dan bangunan-banguna kolonial. Di Georgetown banyak terdapat hotel kecil dengan suasana peranakan China dan fasilitas modern seperti <em>wifi</em>, antara lain <strong>Red Inn</strong> dan <strong>Old Penang Guesthouse</strong>.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;"><a href="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/jonker-street.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1514" title="jonker street" src="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/jonker-street.jpg?w=500" alt=""   /></a>Salah satu pusat keramaian Malaka terletak di <strong>Jonker Street</strong>. Di sana banyak hotel kecil, restoran, serta gedung-gedung ala peranakan china berwarna-warni yang menjadi daya tarik tersendiri. Di malam hari akhir pekan, Jonker Street berubah menjadi <em>night market</em> murah meriah dan kendaraan bermotor dilarang masuk.</span></p>
<p style="text-align:justify;">
<div id="attachment_1515" class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><a href="http://darmansjah.wordpress.com/2012/02/09/6-most-favorite-destination-in-asia/christchurch-malacca/" rel="attachment wp-att-1515"><img class="size-full wp-image-1515" title="christchurch malacca" src="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/christchurch-malacca.jpg?w=500&#038;h=333" alt="" width="500" height="333" /></a><p class="wp-caption-text">christchurch in malacca</p></div>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;">Kehidupan di berbagai bar sekitar Jonker Street pun semakin larut malam semakin hidup. Objek wisata lain yang menarik di Malaka misalnya gereja merah <strong>Christ Church</strong> warisan masa kolonial Belanda, gereja <strong>Saint Paul</strong> peninggalan Portugis, dan reruntuhan <strong>benteng A Famosa</strong>. Kita juga bisa mengetahui lebih jauh tentang sejarah Malaka dengan berkunjung ke <strong>Stadhueys</strong> dan <strong>Baba And Nyonya Peranakan Museum</strong>.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;"><a href="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/kl-monorail.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1516" title="kl monorail" src="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/kl-monorail.jpg?w=500" alt=""   /></a>Dalam memilih penginapan, faktor lokasi sangat penting. Kalau hotel terletak jauh dari lokasi-lokasi tujuan, bisa-bisa biaya habus untuk bayar taksi. Singapura lebih baik dalam hal ini karena onkgos taksi selalu sesuai argometer, tapi taksi di Kuala Lumpur kadang main tembak harga. Di kota-kota dengan sistem transportasi umum yang rapi dan nyaman, pilih saja hotel yang dekat dengan stasiun  kereta dalam kota (MRT di Singapura, atau KL Monorail, Putra LRT, dan Star LRT di Kuala Lumpur), kereta-kereta ini dijaga kebersihannya dan menembus jarak dengan cepat. Bahkan jika ingin lebih menghemat lagi, kta bisa membeli tiket terusan yang total harganya lebih mruah daripada tiket satuan.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;"><a href="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/tune-hotel-kl.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1517" title="tune-hotel kl" src="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/tune-hotel-kl.jpg?w=500&#038;h=333" alt="" width="500" height="333" /></a>Selain faktor lokasi, memesan kamar jauh-jauh hari juga bisa menghemat biaya. Beberapa hotel, seperti <em>Tune Hotel di KL</em>, memakai sistem ‘makin cepat makin murah’. Hangout Hotel Singapura (dan juga ada di Malaka, Malaysia) menyediakan kamar dorm, yaitu berbagi kamar dan kamar mandi dengan tamu-tamu lain, selain kamar privat. Dorm biasanya dibagi untuk khusus wanita dan khusus pria. Masih banyak lagi pilihan htel atau hostel lainya, anmun memang harga kamar di Singapura pad umumnya tidak semurah di Malaysia.</span></p>
<h1 style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;">Vietnam</span></h1>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;"><strong>Hanoi, Hue, Ho Chi Minh City</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;"><a href="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/vietnam.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1518" title="Vietnam" src="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/vietnam.jpg?w=500&#038;h=375" alt="" width="500" height="375" /></a>Tujuan utama saya ke <strong>Hanoi</strong> adalah <strong>Ha Long Bay</strong>. <em>Teluk dengan pemandangan dramatis</em> ini berjarak hanya beberapa jam perjalanan mobil dari Hanoi. Namun saat saya di sana terjadi badai di sekitar Ha Long Bay, sehingga turis dilarang datang untuk alasan keamanan. Kecewa? Pasti. Namun saya cukup  terhibur dengan banyaknya objek menarik di kota Hanoi.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;"><a href="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/hoan-kiem-lake-hanoi.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1519" title="hoan-kiem-lake-hanoi" src="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/hoan-kiem-lake-hanoi.jpg?w=500" alt=""   /></a>Kebanyakan backpacker menetap di area <strong>Old Quarter</strong>. Hotel-hotel sederhana berbentuk ruko-biasanya dilengkapi internet gratis-berjajar di area ini di antara toko-toko da nkedai-kedai makan. Di sini pula terletak <strong>Danau Hoan Kim</strong>. Di tengah cuaca kota yang kala itu sejuk berangin, asyik sekali duduk di tepi danau dan memperhatikan kebiasaan <em>nongkrong </em>masyarakat setempat-dan ini bukan kata kiasan, mereka benar-benar <em>nongkrong</em>. Selain itu, kita juga bisa melihat-lihat kuil di tengah danau Hoan Kim atau berinteraksi  dengan para pedagang suvernir.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;"><a href="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/one-pillar-pagoda.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1520" title="One Pillar Pagoda" src="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/one-pillar-pagoda.jpg?w=500" alt=""   /></a>Menyebrang dari danau, kemudian saya menonton pertunjukkan water puppets yang diadakan di <strong>Thang Long Puppet Theatre</strong> tiap hari. Pertunjukkan ini mulanya hiburan persembahan para petani untuk raja mereka. Tiket saya kelas VIP, tapi Cuma seharga 60.000VND (Vietnam Dong) yang artinya sekitar Rp.30.000. gedung dan kursinya? Nyaman! Di ibukota Vietnam ini kita bisa mempelajari sejarah negaranya lewat Museum Ho Chi Minh dengan HTM 15.000VND. di dalam kompleks museum terdapat <strong>One Pillar Pagoda</strong>, yaitu kuil agama Budah sejak abad ke-11. kuil ini berukura nkecil, tapi unik karean berdiri di atas satu pilar di tengah kolam. Berjalan tak jauh dari pagoda, sampailah saya di perlataran <strong>Ho Chi Minh Mausoleum</strong>, bangunan berisi makam  Ho Chi Minh yang merupakan tokoh terpenting dalam sejarah Vietnam. Sayangnya, saat ke sana mausoleum ini sedang dipugar, sehingga saya Cuma bisa melihat bangunannya dari luar.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;"><a href="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/quan-an-ngonh.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1521" title="Quan AN Ngonh" src="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/quan-an-ngonh.jpg?w=500&#038;h=375" alt="" width="500" height="375" /></a>Soal makanan, saya selalu makan malam di <strong>Quan AN Ngonh</strong>. Restoran semacam pujasera ini menyajikan makanan variatif khas Vietnam, seperti  Pho Ga (mie ayam) dan Goi Cuon (lumpia) yang kita racik sendiri takaran bihun daging, dan sayurannya.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;"><strong><a href="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/hue-vietnam.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1522" title="hue vietnam" src="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/hue-vietnam.jpg?w=500&#038;h=332" alt="" width="500" height="332" /></a>Hue</strong>, kota yang dulu merupakan ibukota kerajaan Vietnam, terletak diantara dua kota terbesar Hano dan Ho Chi Minh City. Naik kereta dari hanoi ke Hue makan waktu sekitar 12 jam, tapi eprjalanan terasa cepat karena saya tertidur nyenyak di tempat tidur kereta yang bermatras tipis, nyaris keras. Kereta malam banyak dipilih turis karena selain lebih murah daripada tiket pesawat, kita bisa menghemat biaya hotel dengan tidur di kereta. Tiket bisa dibeli lewat internet, di hotel atau di stasiun.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;"><a href="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/citadel-vietnam.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1523" title="citadel vietnam" src="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/citadel-vietnam.jpg?w=500" alt=""   /></a>Lokasi wisata utama Hue adalah <strong>Citadel</strong>, istana kerajaan yang sudah berdiri sejak dua abad yang lalu, dan kini sudah banyak bagian yang rusak atau sedang dipugar. Jika ingin lebih mengerti sejarah istana ini, ada baiknya anda menyewa jasa guide, atau meriset keterangannya di internet sebelum pergi ke sana. HTM ke Citadel ini sendiri 55.000VND, dan sediakan uang sekitar 100.000VND untuk naik cylo (semacam becak tapi bermotor dan Cuma muat satu penumpang) menuju Citadel dan kembali ke hotel.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;"><a href="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/city-hall-vietnam.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1524" title="city hall vietnam" src="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/city-hall-vietnam.jpg?w=500" alt=""   /></a>Sisi metroplitan Vietnam dapat anda temukan di Ho Chi Minh City. Seperti <strong>City Hall </strong>atau<strong> Kantor Pos Besar</strong> di Ho Chi Minh City. Di sini lebih banyak gedung modern, jalan lebar, dan kafe-kafe trendi dibandingkan dua kota sebelumnya. Area turis backpacker berpusat di District 1. waktu itu sya menginap di My My Arthouse seharga USD 24 untuk kamar tiga orang, termasuk fasilitas internet di lobi dan wifi. Berjalan 5 menit saja dari hotel saya sudah sampai di deretan agen wisata. Paket tur yang sya ambil, seperti hampir semua turis yang ke Ho Chi Minh City, adalah <strong>Cu Chi Tunnel</strong> dan <strong>Mekong Delta</strong>.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;"><em><a href="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/cu-chi-tunnel.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1525" title="Cu Chi Tunnel" src="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/cu-chi-tunnel.jpg?w=500" alt=""   /></a>Cu Chi Tunnel</em> adalah lorong bawah tanah yang dibuat oleh para Vietcong untuk bersembunyi dari pasukan Amerika Serikat saat Perang Vietnam. Dari kota, perjalanan naik bus ber-AC memakan waktu 1 jam, dan kami sempat mampir dip usat kerajinan lacquer ware yang mengkaryakan par korban cacat akibat pengaruh senjata kimia saat perang. Harga produk-produknya memang lebih mahal dibandingkan di pasar Ben Tanh, tapi kualitasnya terlihat lebih bagus. Tur Cu Chi Tunnel dibuka dari pagi hingga sore. HTM ke lokasi adala h75.000 VND. Di loksi perang it kita bisa masuk ke lorong bawah tanah, manaiki tank bkeas perang, menonton film dokumentasi sejarah, dan yang paling seru menembakan senjata dengan peluru sungguhan ke papan target (dengan biaya tambahan untuk peluru). Tur yang dipandu oleh Delta Tour ini seharga kurang dari USD 10 per orang, dengan pemandu yang lancar berbahasa Inggeris tapi dala maksen Vietnam yang kental.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;"><a href="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/mekong-delta.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1526" title="Mekong Delta" src="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/mekong-delta.jpg?w=500&#038;h=368" alt="" width="500" height="368" /></a>Tur <em>Mekong Delta</em> memberi pilihan menginap di kapal, tapi saya mengambil tur sehari saja karena waktu yang tak memungkinkan. Tur ini pun tak lebih dari USD 10 per orang. selain mengarungi sungai Mekong dengan perahu dan sampan, kita juga dikenalkan pada kehidupan tradisional masyarakat.</span></p>
<p style="text-align:justify;">
<div id="attachment_1527" class="wp-caption aligncenter" style="width: 458px"><a href="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/ho-chi-min-city.jpg"><img class="size-full wp-image-1527" title="ho chi min city" src="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/ho-chi-min-city.jpg?w=500" alt=""   /></a><p class="wp-caption-text">Ho Chi Minh City</p></div>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;">Walaupun terkesan komersil, tur ini sepertinya disukai para turis asing yang mungkin belum pernah melihat proses pembuatan santan kelapa, makan nanas, atau mengalungkan ular besar di pundaknya-oh, kalu yang ini saya pun memilih untuk jadi penonton saja.</span></p>
<h1 style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;">Kamboja</span></h1>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;"><strong><a href="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/siem-reap-cambodia.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1528" title="siem-reap-cambodia" src="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/siem-reap-cambodia.jpg?w=500&#038;h=345" alt="" width="500" height="345" /></a>Siem Reap – Phom Penh</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;">Biasanya perjalanan ke Vietnam serangkai dengan Kamboja karena posisi geografisnya yang bersebelahan. Sebagai orang Indonesia, kita tak perlu visa untuk masuk ke Vietnam, tapi perlu visa untuk masuk kamboja. Visa On Arrival bisa diatur oleh agen bus yang membawa kita menyeberangi perbatasan, harganya sekitar USD 25.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;"><a href="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/angkor-watt-kamboja.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1529" title="angkor watt kamboja" src="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/angkor-watt-kamboja.jpg?w=500&#038;h=361" alt="" width="500" height="361" /></a>Bekat adanya kompleks <strong>Angkor Wat</strong>, <strong>Siem Reap</strong> menjadi pusat pariwisata di Kamboja. Naik bus 12 jam dari Ho Chi Minh City, saya tiba di Siem Reap sekiat jam 7 malam. 12 jam kedengarannya lama sekali, tapi entah kenapa saya merasa senang di jalan, walaupun kondisi bus sudah agak jelek dan pemandangan pun tidak istimewa, mirip di Jawa. Sepertinya rasa <em>exicted</em> tentang perjalanan ini mengalahkan segalanya.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;"><strong><a href="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/golden-temple-villa.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1530" title="Golden Temple Villa" src="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/golden-temple-villa.jpg?w=500" alt=""   /></a>Golden Temple Villa</strong> adalah penginapan terbaik saya sepanjang trip Vietnam dan Kamboja. Desainya etnik, suasana hangat, dan haraga kamar hanya USD 23 untuk tiga orang sudah termasuk pijat gratis ala Khmer selama 20 menit. Hotel ini satu grup dengan Temple Balcony, sebuah bar atau restoran di Pub Street yagn menampilkan tarian Apsara khas Kamboja setiap malam.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;"><a href="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/phnom-penh.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1531" title="phnom penh" src="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/phnom-penh.jpg?w=500" alt=""   /></a>Highlight wisata di Siem Reap tentu saja adalah Angkor Wat. Saya mengambil tur satu hari saja seharga USD 20 plus seorang pemandu dan tuktuk yang sudah diatur dari hotel. Kompleks Angkor Wat amat sangat luas sehingga turis biasa berkeliling di dalamnya dengan <em>tuktuk</em>. Tur saya pun ditambah biaya USD 5 demi bisa berangkat subuh untuk melihat matahri terbit de sela-sela bangunan batu Angkor Wat. Sebagian harga-harga ini menjadi murah karena dibagi tiga dengan teman-teman, seprti harga tuktuk dan pemandu.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;"><a href="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/kuil-ta-prhom.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1532" title="Kuil Ta Prhom" src="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/kuil-ta-prhom.jpg?w=500&#038;h=280" alt="" width="500" height="280" /></a>Seharian di Angkor Wat rasanya membuat badan sehat karena harus banyak berjalan dan otomatis berkeringat dala mcuaca panas dan lembab. Apalagi banyak tangga kuil yang kita naiki da nsebagian anak tangganya cukup curam. Bagian paling berkesan buat saya adalah <strong>Kuil Ta Prhom</strong> yang menjadi lokasi syuting Tomb Raider, lengkap dengan akar pohon raksasa yang telah berusia ratusan tahun menyeruak menembus bangunan batu yang kokoh.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;"><a href="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/ho-chi-minh-mausoleum.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1533" title="ho chi minh mausoleum" src="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/ho-chi-minh-mausoleum.jpg?w=500&#038;h=333" alt="" width="500" height="333" /></a>Posisi Phnom Penh terletak di tengah-tengah antara <em>Ho Chi Minh City</em> dan Siem Reap, yaitu naik bus selama 6 jam dari masing-masing arah. Ibukota Kamboja ini sekilas terlihat seperti Jakarta dua dekade lalu, terlihat dari gambar iklan di bilboard hingga suasana kotanya. Begitu sampai di Phonm Penh menjelang sore, saya bergegas ke <strong>The Royal Palace</strong> yang tutup sekitar jam lima sore. Istana ini tempati para raja Kamboja sejak abad ke-19 dan sempat ditinggalkan saat adanya gejolak Khmer Merah. Lokasinya berhadapan dengn sungai Tonle sap, dekat National Museum of Cambodia serta deretan restoran, hotel, dan toko. Penginapan saya, Noura Guesthouse, hanya sekitar 10 menti berjalan kaki dari istana. Itulah enaknya kalau menginap di tempat yang dekat dengan lokasi wisata, kita tak usah keluar uang untuk transportasi.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;"><a href="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/royal-palace-cambodia.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1534" title="royal palace cambodia" src="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/royal-palace-cambodia.jpg?w=500" alt=""   /></a>Di hari kedua, agenda saya adalah naik tuktuk ke <em>Tuol Sleng Genocide Museum.</em> Ini adalah gedung sekolah yang kemudian digunakan Khmer Merah sebagai penjara, tempat penyiksaan, dan pembunuhan. Suasana museum sangat suram dan menyedihkan. Sebagian ruang kelas kini menjadi ruang pameran foto para korban, alat-alat penyiksaan, dan beberapa bilik bekas penyekapan yang sangat sempit untuk puluhan orang di dalamnya. Kekejaman Pol Pot sangat terasa mencekam, dan pengunjung pun dihimbau agar tidak bersuara keras atau tertawa di sini. Suasana kelam sangat terasa di lokasi ini.</span></p>
<h1 style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;">Thailand</span></h1>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;"><strong><a href="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/bts-bangkok.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1535" title="bts bangkok" src="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/bts-bangkok.jpg?w=500&#038;h=320" alt="" width="500" height="320" /></a>Bangkok-Phuket-Ayyutahya-Chiangmai</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;">Negara ini adalah surganya turis backpacker. Fasilitas pariwisatanya sudah lengkap dan banyak sekali pilihan, mulai dari hotel, hostel, objek wisata, hiburan malam, kedai makan, hingga pusat perbelanjaan. Sistem transportasi umumnya pun sudah rapi, terutama Bangkok dengan <strong>BTS</strong> (monorail) dan <strong>MRT</strong> (bawah tanah). Kalau mau lebih bertualang, silahkan naik bus, asalkan tahu ke mana jurusannya dan lewat jalan mana saja. Naik bus di sini memang agak repot kalau ktia tidak mengerti bahasa Thailand.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;"><a href="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/bangkok-city-view.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1536" title="bangkok-city-view" src="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/bangkok-city-view.jpg?w=500&#038;h=300" alt="" width="500" height="300" /></a>Namun saya biasanya menginap di hostel-hostel sekitar area <strong>Sukhuwit</strong>, dan saya memilih yang maksimal 10 menit jalan kaki dari terminal BTS terdekat. Biaya per malam bisa hanya sekitar Rp.100.000 per orang, sudah termasuk sarapan sederhana. Kalau mau menyiapkan sarapan sendiri seprti mie instan atau sandwich pun tinggal jalan sedikit ke mini market, karena bisa dibilang setiap langkah kita ketemu <em>mini market </em>di Bangkok.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;"><a href="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/grand-palace-bangkok.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1537" title="grand-palace-bangkok" src="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/grand-palace-bangkok.jpg?w=500&#038;h=363" alt="" width="500" height="363" /></a>Tujuan wisata yang umum didatangi adalah <strong>Grand Palace</strong> dan kompleks pura besar bernama <strong>Wat Po</strong>, keduanya bisa dicapai lewat jalan darat (naik BTS lalu sambung tuktuk atau taksi), lalu menyeberangi sungai <strong>Chao Phraya</strong> dengan perahu umum. Hati-hati dengan modus operandi pengemudi <em>tuktuk</em> terhadap turis yang suka mengatakan bahwa kuil dan istana itu sedang tutup selama satu jam, sehingga kita terpaksa menerima tawarannya berkeliling ke toko-toko yang meberinya komisi. Kalau memang sudah punya tujuan, langsung saja datangi tempatnya. Anda akan melihat sendiri apakah benar tempat itu tutup atau tidak.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;"><a href="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/chattuchak1.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1538" title="chattuchak1" src="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/chattuchak1.jpg?w=500" alt=""   /></a>Untuk berbelanja, Chatuchak menawarkan segala macam, mual dari pakaian, aksesori, kedai makanan minuman, hingga tanaman dan hewan piaraan pun ada. Pasar yang Cuma buka tiap Sabtu dan Minggu ini luasnya minta ampun, dan toko-tokonya disusun dalam gang-gang sempit. Jika liburan anda di bangkok tidak pada akhir pekan, belanja pakaian dan aksesoris bisa dilakukan di Platinum Fashion Mall, di area Pratunam. Harganya memagn tidak semurah <strong>Chatuchak</strong>, tapi tempatnya pun  lebih nyaman, di dalam gedung ber-AC, dan buka seiap hari. Sedangkan untuk ‘studi banding mall’ pergi saja naik BTS menuju Siam Square, tempat berkumpulnya <em>shopping mall</em> seperti Siam Paragon dan Siam Discovery.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;"><a href="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/thailand-cultural-center-station.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1540" title="Thailand Cultural Center Station" src="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/thailand-cultural-center-station.jpg?w=500" alt=""   /></a>Hiburan lain yang sedikit lebih mengeluarkan biaya-tapi sangat saya sarankan-adalah menonton <strong>Siam Niramit</strong> di <strong>Thailand Cultural Center Station</strong>. Pertunjukkan ini mengisahkan sejarah dan kebudayaan Thailand dengan artistik dan emngagumkan dari segi panggung, kostum, properti, dan tarian. Tiket bisa dibeli lewat website mereka dengan harga 1500 THB, tapi juga tersedia di agen-agen wisata lokal dengan harga lebih murah. Saya bahkan mendapatkan tiket seharga 900 THB atau sekitar Rp. 270.000. lumayan kan selisihnya.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;"><a href="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/lumpinee-stadium.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1539" title="Lumpinee stadium" src="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/lumpinee-stadium.jpg?w=500" alt=""   /></a>Lalu, apa lagi yang terkenal di Thailand selain <em>pad thai, tom yum, dan lady boys</em>? Cabang olahraga muay thai tentunya. Arena terbesar  untuk pertandingan muay thai adalah <strong>Lumpini Stadium</strong>. Namun karean jadwal yang kurang cocok, saya menonton di stadion kedua terbesar. <strong>Ratchadamnoen</strong>. Akses ke sana paling gampang naik taksi, dan tiket menonton 2.000 THB jika beli di loket, tapi bisa Cuma 1.700 THB jika beli pada orang semacam calo. Ini adala htiket termahal dan turis biasanya menonton di kelas VIP ini. Di kelas-keals yang lebih murah saya lihat penonton lebih heboh karena biasanya mereka berjudi atas pertandingan-pertandingan yang berlangsung. Seru banget suasananya, dan semakin seru karena saya menonton di baris paling depan, dekat sekali dengan petinju-petinju yang jatuh bangun itu.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;"><a href="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/phuket-thailand-2.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1541" title="phuket-thailand-2" src="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/phuket-thailand-2.jpg?w=500" alt=""   /></a>Pulau <strong>Phuket </strong>di bagian barat Thailand ini menawarkan sejumlah pantai yang asyik untuk bersantai. Salah satunya adalah <strong>Pantai Patong</strong>. Suasana sekitarnya mirip Legian atau Kuta di Bali, hanya jalananya lebih lebar dan bersih. Harga-harga barang dan jasa di sini sedikit lebih mahal daripada di Bangkok. Kedai makanan, hotel, dan temapt pijat ktia tinggal pilih. Ohya, pijat ala Thai adalah pijat paling favorit saya. Anggota badan ktia ditarik, ditekuk dilipat, bahkan pemijatnya kadang menggunakan kaki, tapi hasilnya menyegarkan! Memang sih yang namanya pijat bis berbeda-beda efeknya buat tiap orang, tapi tak ada salahnya mencoba, toh tarifnya pun hanya sekitar 300 THB per jam.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;"><a href="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/phi-phi-island.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1542" title="phi-phi-island" src="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/phi-phi-island.jpg?w=500&#038;h=374" alt="" width="500" height="374" /></a>Dari Phuket, berbagai tour operator mengadaka ntrip harian atau menginap di pulau-pulau sekitarnya. Yang pasti pernah anda dengan adalah <strong>Pulau Phi Phi</strong>. Trip harian ke beberapa pulau sekaligus bisa bertarif Rp. 500. 000 per orang. Pemandangan sekitar pulau-pulau itu memang cantik, tapi mungkin kurang cocok bagi and yang suka berlama-lama di pantai sepi. Sudah banyak sekali turis datang ke sini, dan island hopping dala msehari berarti kita Cuma punya waktu maksimal 2 jam di satu pulau.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;"><a href="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/ayutthaya.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1543" title="Ayutthaya" src="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/ayutthaya.jpg?w=500&#038;h=375" alt="" width="500" height="375" /></a>Thailand juga memiliki banyak destinasi lain yang tidak kalah serunya. Sebut saja <strong>Ayutthaya</strong>, bekas ibukota kerajaan yang terletak tidak jauh dari Bangkok. Hanya menempuh waktu 2 jam perjalanan, anda akan tiba di komplek reruntuhan kota tua yang masih menyimpan keanggunannya. Jika anda menyukai kawasan pegunungan dan ingin mengenal lebih jauh kehidupan  dan kebudayaan Lanna, <strong>Chiang Mai</strong> dan <strong>Chiang Rai</strong> di utara Thailand dapat anda tuju.</span></p>
<h1 style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;">China</span></h1>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;"><strong>Hongkong-Macau-Shenzen-Guangzhao</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;"><strong><a href="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/hongkong-mtr.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1545" title="hongkong mtr" src="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/hongkong-mtr.jpg?w=500" alt=""   /></a>Hongkong</strong> memang bukan negara yang mruah jika dibandingkan beberapa tujuan wisata di atas, tapi tetap ada cara untuk menekan pengeluaran selama berpergian di sana. Misalnya, memilih penginapan di daerah kowloon, yang punya rate lebi hmurah dibandingkan di Pulau Hongkong sendiri. <strong>Kowloon</strong> adalah bagian dari Hong Kong yang menyambung dengan daratan China. Untuk masuk ke Hong Kong, kita tidak perlu visa jika hanya menetap disana kurang dari 30 hari. Jadi, gamapang ‘ kan?</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;"><a href="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/bridal-tea-house-hongkong.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1544" title="bridal tea house hongkong" src="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/bridal-tea-house-hongkong.jpg?w=500" alt=""   /></a>Salah satu penginapan yang pernah saya tempati di sana adalah <em>Bridal Tea House</em>. Hotel di Hung Hom, Kowloon. Dari hotel saya hanya perlu berjalan 10-15 menit ke stasiun MTR (sama dengan MRT di Singapura) yang merangkap terminal bus. Tanah di Hong Kong mahal sekali, maka kamar hotel pun cenderung sempit jika dibandingkan harga yang kita bayar. Lucunya, walaupun Hong Kong ini negara maju, agak jarang saya menemukan <em>internet</em> atau <em>wifi</em> gratis di mana-aman.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;"><a href="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/victoria-park-hongkong.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1546" title="victoria park-hongkong" src="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/victoria-park-hongkong.jpg?w=500&#038;h=375" alt="" width="500" height="375" /></a>Sightseeing belum afdol kalau tidak ke <strong>Avenue of Stars</strong>, Kowloon. Di sana kita bisa memandang pencakar langit di Central, Hong Kong Island, dari seberang pelabuhan. Lalu berjalan sepanjang Avenue yang berberapa petak ubinya dinamai bintang-bintang Hong Kong (itulah mengapa area ini dinamakan Avenue of Stars). Yang juga sayang untuk dilewatkan adalah <strong>Victoria Peak</strong>. Untuk menuju kesana tersedia trem abad 19 yang menanjak bukit securam 45 derajat. Walaupun agak mahal, HK$60 pulang pergi, sensasi pengalamannya seru, lho! Selain itu juga ada pilihan naik bus. Dari <strong>Sky Terrace</strong> yang berada di atas gedung Victoria Peak kita bisa melihat kota Hong Kong tampak atas, dan jika sedang musim dingin, hampir membeku rasanya di atas sana. Yang juga tidak kalah seru adalah Disneyland Hong Kong denga nsegala atraksinya yang menarik, walaupun anda harus merogoh kantung sedikit lebih dalam.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;"><a href="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/mongkok.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1547" title="DIGITAL CAMERA" src="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/mongkok.jpg?w=500&#038;h=375" alt="" width="500" height="375" /></a>Kurang lengkap kalau liburan di Hongkong tapi tidak berbelanja. Tempat berbelanja yang murah misalnya di <strong>Ladies Market, Mongkok</strong>. Bukan Cuma keperluan wanita yang tersedia di sini, tapi buat semua orang. Mulai dari penrak-pernik suvernir, sepatu boots, pakaian, sampai jasa pijat. Pasar tenda yang buka dari siang hingga tengah malam ini menempati beberap ruas jalan Tung Choi, dan bisa diakses naik MTR ataupun bus. Jika belum puas berbelanja di sini, and bisa juga ke jalan-jalan kecil di seputar <strong>Nathan Road</strong>, <strong>Temple Street</strong>, atau ke <strong>Stanley market</strong> di pulau Hongkong.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;"><a href="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/macau-skyline1.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1549" title="macau-skyline" src="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/macau-skyline1.jpg?w=500" alt=""   /></a>Kota hiburan <strong>Macau </strong>bisa diakses denga nferi selama 1 jam penyeberangan dari Hong Kong. Tiketnya sekitar Rp.200.000 untuk kelas ekonomi deng nkodisi feri yang jauh lebih baik dibandingkan di Indonesia. Hostel di Macau cenderung penuh. Untungnya, saya masih kebagian satu kamar ketika sampai di Sanva Hospedaria di jalan Felicidade. Komunikasi sangat sulit dengan penjaga hostel yang tidak berbahasa Inggris dan kruang sabar melayani. Untung saja ada tamu dari Shanghai yang membantu menjadi penerjemah dadakan <em>Fuih</em>!</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;"><a href="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/macau-ruins-saint-paul.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1551" title="SANYO DIGITAL CAMERA" src="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/macau-ruins-saint-paul.jpg?w=500" alt=""   /></a>Kota mantan koloni Portugis ini mewarisi gedung-gedung ala Eropa kuno yang cantik dan terawat. Beberapa objek yang tak boleh dilewatkan adalah reruntuhan <strong>Greja St. Paul</strong>, <strong>Museum de Macau</strong>, <strong>Chatedral Square</strong>, dan makan eggtart yang lezat di antara toko-toko suvernir dan makanan di Senado Square. Dari <strong>Senado Square</strong> menuju ke Taipa kita bisa naik bus kota tau shuttle bus Venetian Macau melewati  jembatan panjang yang menyambungkan Pulau Taipa atau Coloane dengan <strong>Macau Peni</strong>nsula. Jika penasaran dengan gondola di Venesia, mungkin anda bisa mencoba gondola ala Macau di sini. Kalau tidak, <em>window shopping</em>, memburu barang sale, dan makan di foodcourtnya pun bisa .asal jangan iseng berjudi dan keterusan bisa berbahaya buat kantong!</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;"><a href="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/guangzhou-east-railway-stasion.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1552" title="Guangzhou East Railway Stasion" src="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/guangzhou-east-railway-stasion.jpg?w=500&#038;h=375" alt="" width="500" height="375" /></a>Dua kota yang sering menjadi tujuan tambahan dengan pertimbangan jarak yang dekat dari Hong Kong adalah <strong>Shenzhen</strong> dan <strong>Guangzhou</strong>. Tinggal naik kereta selama 2 jam, sampailah saya di <strong>Guangzhou East Railway Stasion</strong>. Dua hari kemudian saya lanjut ke Shenzhen dengan naik kereta api Cuma 1 jam. Berbeda dengan Hong Kong dan Macau, kunjungan ke dua kota ini membutuhkan visa yang dapat diperoleh di Jakarta.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;"><a href="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/guanzhou1.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1553" title="guanzhou1" src="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/guanzhou1.jpg?w=500" alt=""   /></a>Suasana yang saya dapati di stasiun kereta Guangzhou cukup sesuai dengan citra Cina yang sering saya dengar: jorok. Namun selain di stasiun dan WC umum, saya tidak menemukan kejorokan lain. Hotel Shanshui Trends yang berada pas di sebelah pintu keluar stasiun kondisinya bersih  da nsaya cukup merasa nyaman menginap di situ dua malam. Untuk harga kamar Rp. 375.000 per malam, not bad. Apalagi lokasinya super dekat dari stasiun metro (kereta bawah tanah) membuat transportasi ke mana-mana jadi mudah. Pengalaman di Shenzhen tidak semenyenangkan di Guangzhou. Saya kruang teliti ketika memesan kamar di hotel City Inn Baoan. Karean girang melihat harga yang cukup murah, USD 25 per malam , saya tak menyadari bahwa Baoan terletak di pinggir kota dan jauh dari pusat keramaian.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;"><a href="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/metro-gongyuanqian.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1554" title="Metro Gongyuanqian" src="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/metro-gongyuanqian.jpg?w=500&#038;h=331" alt="" width="500" height="331" /></a>Banyak yang bilang bahwa Guangzhou hanya kota untuk belanja. Seharian penuh saya mondar-mandir antara Beijing Lu, Xa Jiu Lu, dan pertokoan di terminal <strong>Metro Gongyuanqian</strong>. Saat itu sedang pergantian musim, dari musim dingin ke musim semi, jadi banyak sekali sale dimana-mana. Namun pengalman yang paling berkesan justru saat saya iseng pagi-pagi ikut taichi bersama ibu-ibu di <strong>Peoples’s Park</strong>. Ibu-ibu itu Cuma senyum-senyum melihat saya mengikuti gerakan mereka, mungkin dipikirnya aneh ada orang asing yang ikut nimbrung.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;"><a href="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/china-folk-culture-villages.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1555" title="China Folk Culture villages" src="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/china-folk-culture-villages.jpg?w=500" alt=""   /></a>Di Shenzhen, tujuan utama sya bukan berbelanja produk KW, melainakn menonton <strong>The Dragon and The Phoenix Show</strong> di <strong>China Folk Culture villages</strong>. Pertunjukkan tentang budaya da nsejarah Cina ini kolosal, berteknologi canggih, meriah dengan kostum tembakan laser, serta gerombolan kuda da nkambing yang ikut berlarian di panggung sebagai bagian dari cerita! Tehme park ini juga memperkenalkan budaya Cina dalam bentuk lain, seperti rupa-rupa rumah adat dari berbagai daerah, serta berfoto mengenakan pakaian tradisional. Lokasinya bisa dicapai naik Metro atau bus. Tiket masuk RMB 120 atau sekitar Rp.160.000 da nsebaiknya and ke sana mulai dari pagi hingga malam agar sempat melihat semua.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;"><a href="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/shenzhen-museum.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1556" title="H" src="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/shenzhen-museum.jpg?w=500" alt=""   /></a>Jika ingin hiburan gratis, kita bisa ke <strong>Shenzhen Museum</strong> di <strong>Futian District</strong> Museum ini merupakan sejarah Cina sejak berabad-abad yang lalu, patung-patung dewa-dewi, budaya tradsional, hingga perkembangan perekonomian di era modern. Lalu nikmati panorama asri di <strong>Lizhi Park</strong>, tak jauh dari museum. Bangku-bangku taman tersedia untuk  bersantai dan <em>people-watching</em>. Berjalan di trotoar sekeliling kota Shenzhen pun menajdi momen menyenangkan karena saat itu hawanya sejuk dan suasana terjaga bersih dan teratur.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;"><strong>Transportasi</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;">Mengeksplor negara-negar Asia mulai dari Singapura, malaysia, Kamboja, Thailand, Vietnam sampai Cina saat ini sangat mudah karena semuanya terkoneksi dengan baik oleh berbagai maskapai penerbangan. Maskapai penerbangan budget seperti AirAsia dan Tiger Airways pun dengan aktif selalu megeluarkan promo menarik yang membuat anda ingin mengeksplorasi lebih jauh destinasi-destinasi menarik di berbagai sisi Asia. Hampir semua negara memiliki bis dalam dan antar kota, taksi, dan kereta. Namun ada beberapa karakteristik transportasi umum di negara-negara berikut yang penting untuk anda ketahui.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;"><strong>Singapura</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;">Singapura adalah negara deng nsistem transportasi paling aman dan nyaman di Asia. <strong>Mass Rapid Transportation</strong> (MRT) mengantar komuter ke hampir setiap sudut kota, termasuk ke bandara dengan jadwal yang tepat. Demikian pula dengan rangkaian bis, dan armada taksi yang mudah ditemukan dan terjamin keamanannya. Khusus untuk turis, Singapura menyediakan SBS Transit, SMRT Busses dan SMRT Trans hanay dengan SGD 8 per hari. Dari Singapur, anda juga dapat langsung menyambangi negara tetangga seperti Malaysia dan Tahiland jalur kereta dari Woodland menuju Johor Baru, berangkat tiap hari pukul 08.57 wkatu setempat . ada pula jalur bus malam Singapura-Bangkok melewati Johor Baru-Kuala Lumpur. Hatyai Bangkok. Pulau Batam di Indonesia juga dapat dicapai menggunakan kapal laut dari Fery Terminal dengan frekuensi pemberangkatan sekitar satu jam sekali.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;"><strong>Bangkok (Thailand)</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;">Bangkok adalah salah satu kota yang memiliki semua alat transportasi, mulai dari bus hingga transportasi sungai. Sama halnya kamboja tukt tuk juga digunaka nsebagai transportasi utama. Transportasi air terdapat di sungani Chao Phraya (Chao Phraya Express) di kota Bangkok. Bis dalam dan antar kota (termasuk min bus) menawarkan berbagai varian harga bagi traveler maupun backpacker. Bankgok Metro (MRT), bangkok skytrain (BTS) juga tersedia, termasuk Monorail yang ada di Pattaya. Stasiun kereta Api Bangko juga dapat membawa anda ke kawasan lain seperti ayuthaya dan Chiang Mai dengan harga tiket yang murah dan pengalaman yang menarik. Untuk menyambangi malaysia bisa menggunakan SRT (State Railways of Thailand) dari Hat Yai yang berangkat tiap hari mulai pukurl 14.18 sampai 18.05</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;"><strong>Kuala Lumpur (Malaysia)</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;">Transportasi utama di Kula Lumpur adalah RapidKL Bus. Selain ada pula RapidKL Rail (termasuk di dalamnya Kelan Jaya Line) dan KL Monorail. Dua stasiun bus besr di Puduraraya dan KLCC akan membawa nad ke berbagai destinasi penting Malaysia lainnya seperti Genting dan Penang dengan tarif mulai dari RM 8 hingga RM 25. berhati-hatilah dala memilih taksi di Kuala Lumpur karean pengemudinya terkenal suka memasang harga sesuka hati.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;"><strong>Phnom Penh (Kamboja)</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;">Negara itu terkenal dengan tranportasi umum tuk tuk atau becak motor. Selain MRT terdapat pula Sky Train yang memotret keindahan Phom Penh dari atas. Anda juga bisa menggunakan jasa perjalanan untuk mengeksplor tiap sudut keindahan Kamboja ,</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;">Namun  berhati-hatilah ketika menggunakan transportasi umum karena banyaknya preman (gangster) yang membawa senjata api.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;">Hanoi (Vietnam)</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;">Vietnam bisa disebut negeri sepeda motor, jangan kaget bila populasi motor hampir sama banyaknya dengan populasi manusia. Selain taksi, sepeda motor juga dijadikan transportasi utama, seperti di Indonesia, sebut saja ‘ojek’ transportasi umum di Hanoi bisa dibilang kurang menyenangkan. Selain ojek yang jalanya ugal-ugalan, taksi di Hanoi juga seringkali curang kecuali yang dipesan langsung dari hotel. Vietnam memiliki transportasi darat antar negara yakni menuju RRC yaitu dari Hnoi-Nanning (tiap hari pukul 21.40 waktu setempat). Selain itu ada pula bis langsung dari Ho Chi Minh ke phom Penh (Kamboja) dari berbagai agen.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;"><strong>China</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;">Cina sebagai salah satu negara daratan terluas memiliki koneksi jalur kereta kedua terbesar di dunia. 80 persen daerah di Cina dihubungkan denga njalur kereta. Adanya <em>high speed  rail</em> menghubungkan  dalam dan antar kota dengan mudah dan nyaman. MRT (modern Metro) hanay terdapat di kota-kota besar seperti Beijing, Shanghai, dan Guangzhou. Anda juga pasti mengenal Trans-Siberian., sebuah kereta antarnegara yang melintasi Beijing, Rusia, dan Mongolia.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;"><strong>Hong Kong</strong> menyediakan ragam pilihan tranportasi umum yang nyaman, mulai dari subway, <em>trem</em> bertingkat hingga bus. Kota ini memilik fasilitas <strong>Octopus Card</strong>, sebuah alat transasksi  pembayara elektronik yang dapat digunakan untuk transportasi umum (termasuk <em>ferry</em>) serta alat pembayaran untuk tempat parkir, seupermarket, restoran, dan lain-lain. Hong Kong Transport Department (HKTD) juga memiliki<em> green</em> dan <em>red </em>minibus yang melayani rute dalam dan antar kota.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;">Bus dan taxi adalah sarana transportasi utama di <strong>Macau</strong>. Selain itu terdapat juga <em>trishaw</em>, yaitu <em>rickshaw</em> (becak) dengan penumpang duduk di bangku belakang. Terdapat <strong>Macau Light Transit System</strong>, juga  kereta api lagnsung dari dan menuju <strong>Guangzhou</strong>. Anda dapat menyembangi Hong Kong langsung dengan ferry. Fasilitas bus gratis yang diberikan oleh berbagai <em>intergrated resort</em> juga dapat anda gunakan untuk mengunjungi berbagai destinasi menarik yang ada di kota ini.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;"><strong> </strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;"><strong>Akomodasi</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;">Sebagai  <em>budget travele</em>r, anda pastinya tidak ingin keluar terlalu banyak uang untuk</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;">tempat menginap. Pilihan pertama  tentu saja <em>hostel</em>. Penginapan ala backpacker ini banyak ditemukan di tiap daerah, terutama pusat kota atau tempat wisata. Menawarkan fasilitas cukup nyaman dengan harga terjangkau. Di hostels anda juga bisa menemukan banyak traveler, terutama backpacker, dari seluruh dunia. Beberap situs yang kami rekomendasikan adalah <a href="http://www.hostels.com/"><span style="color:#0000ff;">www.hostels.com</span></a> dan <a href="http://www.hostelworld.com/"><span style="color:#0000ff;">www.hostelworld.com</span></a></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;">selain<em> hostel</em>, pilihan deuda adalah memanfaatkan tali pertemanan. Akan sangat menguntungkan jika anda memiliki kenalan di kota yang dituju. Selain memudahakan akses informasi. Anda bisa menghemat biaya utnuk menginap dan memiliki pemandu pribadi yang akan menunjukan berbagai sisi menarik destinasi tujuan anda.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;">Ingin memiliki host tapi tidak punya teman di negara bersangkutan? Coba piliha tiga situs pertemanan beriktu ini yang akan menghubungkan anda dengan para <em>traveler dunia</em>! CouchSurfing (<a href="http://www.couchsurfing.org/"><span style="color:#0000ff;">www.couchsurfing.org</span></a>) adalah jaringan internasional bersifat non-profit yang menghubungkan traveler dengan warga lokal di lebih dari 230 negara di seluruh dunia. <strong>Couch Surfing</strong> berfokus pada hosting dan surfing (tinggal dengan warga negara di rumahnya). Selain menambah pengalaman, anda juga mendapat pelajaran langsung mengenai budaya setempat dengan tinggal langsung di rumah warga lokal.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;"><strong>Travelers for Travelers</strong> (<a href="http://www.travelerfortravelers.com/"><span style="color:#0000ff;">www.travelerfortravelers.com</span></a>) adalah sebuah komunitas traveler yang ingin berpergian dengan budget  minim sambil mendapatkan pengalaman belajar budaya langsung dengan orang lokal. Selain bisa <em>traveling bersama</em>, anda bisa meminta mereka untuk menjadi <em>host</em> dengan bertukar sesuatu sebagai imbalannya.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;"><strong>Hospitality Club</strong>(<a href="http://www.hostpitalityclub.org/"><span style="color:#0000ff;">www.hostpitalityclub.org</span></a>) memiliki esensi berupa mengumpulkan para <em>traveler</em> dari berbagai negara untuk mengunjungi sebuah neagara. Dengan begitu, anda bisa bersama-sama merasakan kebudayaan lokal serta memberi kesempatan pada masyarakat lokal untuk bertemu dengan <em>travelers </em>dari berbagai negara dan latar belakang budaya yang berbeda.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;"><strong>Kuliner</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;">Traveling tak lengkap bila tidak mencicipi kuliner khas masing-masing daerah. Berbagai cita rasa dari masakan dapat anda cicipi untuk merasakan langsung rempah da nbudaya yang ada di negara tersebut.  maskan di negara kamboja walaupun mirip dengan masakan Thailand dan Vietnam, sajain kuliner khas yang dipengaruhi oleh masakan Cina seperti kwetiaw dan berbagai masakan berbumbu kari di negara ini wajib anda cicipi. Di Thailand, and juga kan menjumpai beragam makanan berbumbu kari yang digabungkan degan rasa manis, asam, jug peda. Singapura terkenal dengan berbagai hawker Centre, tempat bekumpulnya penjaja kaki lima yang menyajikan ragam kuliner khas peranakan. Masakan disini tak berbeda jauh dengan malaysia, dengan roti prata dan nasi lemak sebagai favoritnya. Sementara itu di Cina anda dapat mencicipi ragam kuliner khas berbagai daerah yang berbeda satu sama lain. Misalnya saja masakan khas  Peking yang lembut dengan bumbu meresap ke dalam, masakan Hunan dari Cina Tengah yang menghadirkan sajian asam manis, masakan Szechuan dengan citarasa pedas menggigit atau masakan kanton dengan aneka ragam masakan tumis yang akrab dengan lidah anda. Jika anda memiliki pantangan atau alergi terhadap makanan tertentu ada baiknya jika anda membawa <em>packed food</em> dari Indonesia yang sesuai.</span></p>
<br />Filed under: <a href='http://darmansjah.wordpress.com/category/berkelana/'>Berkelana</a> Tagged: <a href='http://darmansjah.wordpress.com/tag/angkor-watt-temple/'>angkor watt temple</a>, <a href='http://darmansjah.wordpress.com/tag/ayutthaya/'>Ayutthaya</a>, <a href='http://darmansjah.wordpress.com/tag/bangkok/'>bangkok</a>, <a href='http://darmansjah.wordpress.com/tag/bts-bangkok/'>bts bangkok</a>, <a href='http://darmansjah.wordpress.com/tag/chatuchak/'>Chatuchak</a>, <a href='http://darmansjah.wordpress.com/tag/chiangmai/'>chiangmai</a>, <a href='http://darmansjah.wordpress.com/tag/chiangrai/'>chiangrai</a>, <a href='http://darmansjah.wordpress.com/tag/china/'>china</a>, <a href='http://darmansjah.wordpress.com/tag/china-folk-culture-villages/'>China Folk Culture villages</a>, <a href='http://darmansjah.wordpress.com/tag/citadel/'>citadel</a>, <a href='http://darmansjah.wordpress.com/tag/city-hall/'>city hall</a>, <a href='http://darmansjah.wordpress.com/tag/cu-chi-tunnel/'>Cu Chi Tunnel</a>, <a href='http://darmansjah.wordpress.com/tag/golden-temple-villa/'>Golden Temple Villa</a>, <a href='http://darmansjah.wordpress.com/tag/guangzhou/'>guangzhou</a>, <a href='http://darmansjah.wordpress.com/tag/guangzhou-east-railway-stasion/'>Guangzhou East Railway Stasion</a>, <a href='http://darmansjah.wordpress.com/tag/halongbay/'>halongbay</a>, <a href='http://darmansjah.wordpress.com/tag/hanoi/'>hanoi</a>, <a href='http://darmansjah.wordpress.com/tag/hlong-bay/'>hlong bay</a>, <a href='http://darmansjah.wordpress.com/tag/ho-chi-minh-city/'>ho chi minh city</a>, <a href='http://darmansjah.wordpress.com/tag/ho-chi-minh-mausoleum/'>ho chi minh mausoleum</a>, <a href='http://darmansjah.wordpress.com/tag/hue-city/'>hue city</a>, <a href='http://darmansjah.wordpress.com/tag/jonker-street/'>jonker street</a>, <a href='http://darmansjah.wordpress.com/tag/kamboja/'>kamboja</a>, <a href='http://darmansjah.wordpress.com/tag/kl/'>kl</a>, <a href='http://darmansjah.wordpress.com/tag/kl-monorail/'>kl monorail</a>, <a href='http://darmansjah.wordpress.com/tag/klcc/'>klcc</a>, <a href='http://darmansjah.wordpress.com/tag/macau/'>macau</a>, <a href='http://darmansjah.wordpress.com/tag/malacca/'>malacca</a>, <a href='http://darmansjah.wordpress.com/tag/malaka/'>malaka</a>, <a href='http://darmansjah.wordpress.com/tag/malaysia/'>malaysia</a>, <a href='http://darmansjah.wordpress.com/tag/mekong-delta/'>Mekong Delta</a>, <a href='http://darmansjah.wordpress.com/tag/metro-gongyuanqian/'>Metro Gongyuanqian</a>, <a href='http://darmansjah.wordpress.com/tag/mongkok/'>mongkok</a>, <a href='http://darmansjah.wordpress.com/tag/mrt/'>mrt</a>, <a href='http://darmansjah.wordpress.com/tag/one-pillar-pagoda/'>one pillar pagoda</a>, <a href='http://darmansjah.wordpress.com/tag/penang/'>penang</a>, <a href='http://darmansjah.wordpress.com/tag/phatong-beach/'>phatong beach</a>, <a href='http://darmansjah.wordpress.com/tag/phi-phi-island/'>phi phi island</a>, <a href='http://darmansjah.wordpress.com/tag/phnom-penh/'>phnom penh</a>, <a href='http://darmansjah.wordpress.com/tag/phom-penh/'>Phom Penh</a>, <a href='http://darmansjah.wordpress.com/tag/phuket/'>phuket</a>, <a href='http://darmansjah.wordpress.com/tag/quan-an-ngonh/'>Quan AN Ngonh</a>, <a href='http://darmansjah.wordpress.com/tag/royal-palace-cambodia/'>royal palace cambodia</a>, <a href='http://darmansjah.wordpress.com/tag/ruins-of-st-paul-macau/'>ruins of st paul macau</a>, <a href='http://darmansjah.wordpress.com/tag/shenxhen/'>shenxhen</a>, <a href='http://darmansjah.wordpress.com/tag/shenzhen-museum/'>Shenzhen Museum</a>, <a href='http://darmansjah.wordpress.com/tag/siem-reap/'>Siem Reap</a>, <a href='http://darmansjah.wordpress.com/tag/singapura/'>singapura</a>, <a href='http://darmansjah.wordpress.com/tag/ta-prhom-temple/'>Ta Prhom temple</a>, <a href='http://darmansjah.wordpress.com/tag/thailand-cultural-center-station/'>Thailand Cultural Center Station</a>, <a href='http://darmansjah.wordpress.com/tag/victoria-park/'>victoria park</a>, <a href='http://darmansjah.wordpress.com/tag/vietnam/'>vietnam</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/darmansjah.wordpress.com/776/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/darmansjah.wordpress.com/776/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/darmansjah.wordpress.com/776/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/darmansjah.wordpress.com/776/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/darmansjah.wordpress.com/776/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/darmansjah.wordpress.com/776/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/darmansjah.wordpress.com/776/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/darmansjah.wordpress.com/776/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/darmansjah.wordpress.com/776/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/darmansjah.wordpress.com/776/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/darmansjah.wordpress.com/776/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/darmansjah.wordpress.com/776/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/darmansjah.wordpress.com/776/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/darmansjah.wordpress.com/776/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=darmansjah.wordpress.com&amp;blog=13280251&amp;post=776&amp;subd=darmansjah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://darmansjah.wordpress.com/2012/02/09/6-most-favorite-destination-in-asia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>0.000000 0.000000</georss:point>
		<geo:lat>0.000000</geo:lat>
		<geo:long>0.000000</geo:long>
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/15f2b336ecd14a0a61ec5d1aa98a16b6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">darmansjah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://darmansjah.files.wordpress.com/2011/09/merlion-park1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">merlion park</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/kl21.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">kl2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/gorge-town-penang.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">gorge town penang</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/jonker-street.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">jonker street</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/christchurch-malacca.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">christchurch malacca</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/kl-monorail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">kl monorail</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/tune-hotel-kl.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">tune-hotel kl</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/vietnam.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Vietnam</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/hoan-kiem-lake-hanoi.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">hoan-kiem-lake-hanoi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/one-pillar-pagoda.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">One Pillar Pagoda</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/quan-an-ngonh.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Quan AN Ngonh</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/hue-vietnam.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">hue vietnam</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/citadel-vietnam.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">citadel vietnam</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/city-hall-vietnam.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">city hall vietnam</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/cu-chi-tunnel.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Cu Chi Tunnel</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/mekong-delta.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Mekong Delta</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/ho-chi-min-city.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">ho chi min city</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/siem-reap-cambodia.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">siem-reap-cambodia</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/angkor-watt-kamboja.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">angkor watt kamboja</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/golden-temple-villa.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Golden Temple Villa</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/phnom-penh.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">phnom penh</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/kuil-ta-prhom.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Kuil Ta Prhom</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/ho-chi-minh-mausoleum.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">ho chi minh mausoleum</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/royal-palace-cambodia.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">royal palace cambodia</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/bts-bangkok.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">bts bangkok</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/bangkok-city-view.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">bangkok-city-view</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/grand-palace-bangkok.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">grand-palace-bangkok</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/chattuchak1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">chattuchak1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/thailand-cultural-center-station.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Thailand Cultural Center Station</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/lumpinee-stadium.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Lumpinee stadium</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/phuket-thailand-2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">phuket-thailand-2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/phi-phi-island.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">phi-phi-island</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/ayutthaya.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Ayutthaya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/hongkong-mtr.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">hongkong mtr</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/bridal-tea-house-hongkong.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">bridal tea house hongkong</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/victoria-park-hongkong.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">victoria park-hongkong</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/mongkok.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">DIGITAL CAMERA</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/macau-skyline1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">macau-skyline</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/macau-ruins-saint-paul.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">SANYO DIGITAL CAMERA</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/guangzhou-east-railway-stasion.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Guangzhou East Railway Stasion</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/guanzhou1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">guanzhou1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/metro-gongyuanqian.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Metro Gongyuanqian</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/china-folk-culture-villages.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">China Folk Culture villages</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/shenzhen-museum.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">H</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>al ulla</title>
		<link>http://darmansjah.wordpress.com/2012/02/05/al-ulla/</link>
		<comments>http://darmansjah.wordpress.com/2012/02/05/al-ulla/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 05 Feb 2012 04:28:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>darmansjah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berkelana]]></category>
		<category><![CDATA[Al Ula]]></category>
		<category><![CDATA[Al Wajh]]></category>
		<category><![CDATA[doha]]></category>
		<category><![CDATA[madinah]]></category>
		<category><![CDATA[qatar]]></category>
		<category><![CDATA[saudi arabia]]></category>
		<category><![CDATA[Umm Lajj]]></category>
		<category><![CDATA[yanbu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://darmansjah.wordpress.com/?p=1267</guid>
		<description><![CDATA[Umm Lajj, The Corner of Lonely Planet oleh lapis lazuli, executive summary by darmansjah Menuju kota Al Ula bisa ditempuh dari utara, timur, barat, selatan dan dari arah barat daya.  Kalau dari arah barat daya artinya akan melintasi jalan dari kota Yanbu terus ke north-east langsung ke Al Ula.  Kalau dari selatan berarti dari arah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=darmansjah.wordpress.com&amp;blog=13280251&amp;post=1267&amp;subd=darmansjah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><strong>Umm Lajj, The Corner of Lonely Planet</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;">oleh lapis lazuli, executive summary by <strong><a href="http://darmansjah.wordpress.com/about-darmansjah/">darmansjah</a></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><strong><br />
</strong><strong></strong><strong></strong></span></p>
<div id="attachment_1268" class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><a href="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/al-ula2.jpg"><img class="size-full wp-image-1268" title="Al-Ula2" src="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/al-ula2.jpg?w=500&#038;h=333" alt="" width="500" height="333" /></a><p class="wp-caption-text">al ula</p></div>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;">Menuju <strong>kota Al Ula</strong> bisa ditempuh dari utara, timur, barat, selatan dan dari arah barat daya.  Kalau dari arah barat daya artinya akan melintasi jalan dari <strong>kota Yanbu</strong> terus ke north-east langsung ke Al Ula.  Kalau <em>dari selatan berarti dari arah Madinah</em>, kalau dari timur berarti datang dari arah kota Ha’il dan kalau dari arah utara datang dari kota Tabuk sementara kalau datang dari barat akan melintasi jalur dari kota Al Wajh &#8211; Al Ula.  Kota Al Wajh posisinya juga persis di tepi Laut Merah. Berhubung data map GPS belum terupdate setiap kali saya set titik tujuan selalu GPS mengambil rute jalur lintas lama via Yanbu &#8211; Al Wajh &#8211; Al Ula.  Ini artinya jalur yg bukan jadi pilihan saya karena rute jarak tempuh akan panjang ketimbang rute Yanbu &#8211; Al Ula lewat jalur utara timur laut yang “cuman” 395 km!  Karena GPS selalu milih rute <strong>Yanbu &#8211; Al Wajh &#8211; Al Ula</strong> maka saya menyerah saja, dengan pikiran nanti akan ambil potong kompas dari kota Umm Lajj terus naik ke atas menuju Al Ula tanpa menyinggahi <strong>Al Wajh</strong>.</span></p>
<div id="attachment_1269" class="wp-caption aligncenter" style="width: 410px"><a href="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/al-wajh-1.jpg"><img class="size-full wp-image-1269" title="Al Wajh 1" src="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/al-wajh-1.jpg?w=500" alt=""   /></a><p class="wp-caption-text">al wajh</p></div>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;">Perjalanan kali ini sedikit dipacu dengan kecepatan 140 &#8211; 150 km/jam.  Kondisi lalu lintas yg sepi dgn cuma satu-dua mobil menyalip saya dari kiri membuat perjalanan nyaman dan anteng aja.  Pemandangan di sebelah kanan tentu saja gurun dan bayang2 pegunungan di batas cakrawala yg masih kentara diselimuti kabut debu.  Di sebelah kiri pemandangan datar bercirikan pepohonan dan tanaman yg tumbuh menyesuaikan diri dengan ekosistem pinggir pantai.  Jalanan hanya membentuk kondisi lurus dan datar … lurus dan datar.  Sesekali bertemu tikungan manis yg tidak perlu memperlambat laju kendaraan.  Antara Yanbu &#8211; Umm Lajj tidak ada kota lain kecuali ketemu beberapa spot pemberhentian truck dan rumah2 yg dari posisinya terpencar mungkin diperuntukkan buat usaha pertanian dan peternakan.  Kira-kira di paruh perjalanan saya menjumpai di sebelah kiri satu kawasan pabrik,  tidak jelas pabrik apa itu.</span></p>
<div id="attachment_1270" class="wp-caption aligncenter" style="width: 507px"><a href="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/yanbu-01.jpg"><img class="size-full wp-image-1270" title="yanbu-01" src="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/yanbu-01.jpg?w=500" alt=""   /></a><p class="wp-caption-text">kota tua yanbu</p></div>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;">Kota<strong> Umm Lajj</strong> sudah masuk wilayah propinsi Tabuk.  Saya dan keluarga tiba di kota ini seputar jam 5 sore lewat.  Karena kota Umm Lajj ada di cekukan pinggir pantai beberapa kilometer memasuki kota batas tepi pantai yg biru tebal sudah kelihatan,  Umm Lajj memberikan kesan hanya sebuah titik perkampungan yang ketika saya masuki hanya satu-dua orang manusia kelihatan.  Letak kota Umm Lajj agak tinggi di bawah kaki pebukitan sehingga melihat ke arah pantai di satu sudutnya adalah pemandangan yg mengasyikkan.  Jalanan dengan hiasan tanamannya kelihatan ada jejak perawatan yg teratur, daunan bunga hijau dan subur.  Pepohonan dipangkas rapi.</span></p>
<div id="attachment_1271" class="wp-caption aligncenter" style="width: 250px"><a href="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/um-lajj.jpg"><img class="size-full wp-image-1271" title="um lajj" src="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/um-lajj.jpg?w=500" alt=""   /></a><p class="wp-caption-text">um lajj</p></div>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;">Sebagai tempat tinggal  atau pilihan  hidup di hari pensiun Umm Lajj memberi janji kedamaian dan ketentraman.  Keberadaannya yg persis di tepi Laut Merah memberi keistimewaan tersendiri.  Tidak ada kota di sepanjang Laut Merah tanpa jalanan di pinggir cornicenya yg ditata tidak  baik, apakah kota itu kecil atau besar sama saja.  Umm Lajj tanpa kekecualian memilik ruas jalanan itu berikut fasilitas taman dan play ground buat kegembiraan anak-anak saat dibawa orang tuanya menikmati pantai.  Dibanding Yanbu, maka pemandangan dan kebagusan kualitas pantai Umm Lajj jauh lebih baik. Posisi Umm Lajj yang jauh dari mana-mana membuat keasrian pantai terjaga utuh.  Kalau pantai Yanbu kesannya seperti pantai2 utara pulau Jawa seperti pemandangan Cirebon, maka laut dan pantai Umm Lajj seperti pantai-pantai landai di sisi selatan Pulau Jawa &#8211; Samudera Indonesai &#8211; yg berarus tenang, padahal keduanya ada di Laut Merah.  Semakin ke utara semakin menggugah perasaan karena warna dan keadaan pantai yg berpasir putih, dan andai saja akan tiba di Al Wajh &#8211; kota tetirah yg kesohor itu &#8211; tentu saya pikir saya tidak akan bisa tahan untuk tidak menocoba menikmati mandi di Laut Merah!  Makanya saya sempat berkhayal, andai saja Umm Lajj itu ada tidak begitu jauh dari kediaman saya di <strong>Doha &#8211; Qatar</strong>, maka pastilah Umm Lajj jadi sasaran piknik setiap waktu,  tidak cuma karena kualitas pantainya tapi juga keadaan laut yg menjanjikan tangkapan ikan yg besar kalau mancing di sana!</span></p>
<div id="attachment_1272" class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><a href="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/doha-qatar.jpg"><img class="size-full wp-image-1272" title="doha qatar" src="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/doha-qatar.jpg?w=500&#038;h=292" alt="" width="500" height="292" /></a><p class="wp-caption-text">doha qatar</p></div>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;">Pelan tapi pasti matahari makin menggelincir ke arah pembaringannya,  saya kini mulai ragu-ragu apakah meneruskan perjalanan terus ke utara dan berakhir di kota tetirah Al Wajh atau ambil jalan rute pilihan lain menuju Al Ula.  Kalau saya lihat peta GPS memang ada rute alternatif ke Al Ula,  meski GPS tidak mungkin bohong tapi saya berusaha mencari tahu info dari orang apa memang ada jalan pintas (dan berharap jalannya bagus dan lebar) ke Al Ula dari Umm Lajj.  Caranya ialah menjumpai orang di mana saya bisa menemukan mereka,  kalau di jalanan tentu saja sulit karena kota Umm Lajj saat itu seperti kota mati tanpa manusia. Pilihan tentu saja di pompa bensin.  Mana ada pompa bensin tidak dijaga manusia?  Dengan menyusuri jalan protokol akhirnya saya ketemu pom bensin, setelah mengisi bensin saya jumpai orang di situ yg kebetulan akan sholat di mushola.  Saya sudah memperkirakan bakal sulit mendapat info karena bahasa arab yg tidak saya pahami.  Namun begitu dengan ala kadarnya saya tanya juga pake bahasa setempat,  seperti bertanya dengan kalimat “Wen tarikh Al Ula?”  dengan arti yg saya yakini kira-kira begini,  ”Mana jalan ke Al Ula?”   Benar dugaan saya,  mereka mengerti juga dan berikutnya saya diberondong dengan penjelasan  bla bla bla bla … yg saya tidak paham.  Tapi dengan insting bahasa Tarzan yg masih melekat saya mengerti juga kira-kira garis besar penjelasannya. Hehehe …</span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#333399;">***</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;">Berdasar paduan info GPS dan info dari orang di pom bensin tadi saya meninggalkan kota Umm Lajj,  kota yang sepi, kota yang penduduknya meringkuk di balik masing-masing rumah, kota yg terpencil di sudut Saudi, kota yang bukan perlintasan utama, kota yang tanpa fitur zooming tak akan muncul di peta modern, kota yang memberikan janji damai dan ketentraman, kota yg disukai oleh kaum lanjut usia tetapi ditinggal pergi pemuda berjiwa merantau, kota yang akan disukai oleh siapa saja ketika butuh harmoni ketenangan, kota yang menawarkan ritme nafas kehidupan dalam lingkaran konvensionalisme, kota yang membisu menawarkan keramahan malu-malu …</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;">Kota seperti Umm Lajj bagi saya seperti benar-benar salah satu sudut planet yang sepi.</span></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><span style="color:#333399;">oOo</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><strong>Yanbu, The Forgotten City</strong></span></p>
<div id="attachment_1273" class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><a href="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/madinah.jpg"><img class="size-full wp-image-1273" title="madinah" src="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/madinah.jpg?w=500&#038;h=375" alt="" width="500" height="375" /></a><p class="wp-caption-text">Madinah, Saudi Arabia</p></div>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><strong>Oleh </strong><strong><span style="text-decoration:underline;"><a href="http://www.kompasiana.com/lapis"><span style="color:#333399;text-decoration:underline;">Lapis Lazuli</span></a></span></strong><strong></strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;">Hari ini, genap  dua hari dua malam sudah kami menghabiskan kunjungan jiarah di Madinah.  Artinya hari ke-9 sejak meninggalkan rumah. Waktunya untuk check out. Sekitar jam 9.30 AM beres urusan di recepsionist dan saya beserta keluarga meninggalkan hotel.  GPS saya setel untuk meluncur menuju Yanbu,  kota tepi Laut Merah yg berjarak kurang lebih 235 km dari Madinah.  Cuaca hari itu adalah cuaca yg penuh kabut debu yg sejak dini hari  mulai menyelimuti kota Madinah.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;">Dua hari sebelumnya kata isteri saya berdasar kabar dari temannya kota Doha mengalami badai sandstorm, menurut kata teman isteri saya lagi, untuk pertama kalinya Qatar dihantam topan badai debu-pasir yg banyak merubuhkan pohon di dalam kompleks perumahan.  Peristiwa yg sama sebetulnya sudah pernah terjadi dan waktu itu tahun 2003,  di tengah badai debu justru saya kebetulan sambil berkendaraan ke Doha,  apa yg disebut hujan pasir waktu itu memang benar2 terjadi tidak lebih dan tiak kurang seolah olah ribuan ton pasir tercurah dari langit dengan kecepatan tinggi, jarak pandang hanya 5 meter di depan mobil dan bahkan kadang hanya sejengkal saja!  Hari ini Madinah yg diselimuti kabut debu tebal hingga matahari pun tak terlihat mungkin saja karena imbas topan badai dari arah timur laut juga.  Demikian saya menduga-duga.  Kabut debu melepas kepergian saya dari Madinah.  Allah Maha Besar.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;">Oke, sekarang jadi mengapa saya memilih Yanbu kota lintasan berikutnya?</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;">Saya kutip dari Wikipedia, the free encyclopedia.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><strong><em>Yanbu’ al Bahr</em></strong><em> (Arabic: </em><em>ينبع‎ “spring by the sea”), also known simply as <strong>Yanbu</strong>, <strong>Yambo</strong> or <strong>Yenbo</strong>, is a major Red Sea port in the Al Madinah province of western Saudi Arabia. It is approximately 350 kilometers north of Jeddah (at 24°05′N 38°00′E). The population is 188,430 (2004 census). A large number of the residents are foreign expatriates, mostly from Asia, but there are also large numbers from the Middle East and Europe.</em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><em>Yanbu’s history dates back at least 2500 years, when it was a staging point on the spice and incense route from Yemen to Egypt and the Mediterranean region. Yanbu served as a supply and operational base for Arab and British forces fighting the Ottoman Empire during the World War I. It remained a small port town until 1975, when the Saudi government designated it as one of the country’s two new industrial centres (the other beingAl Jubayl on the Persian Gulf).</em></span></p>
<div id="attachment_1274" class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><a href="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/yanbu-aramco.gif"><img class="size-full wp-image-1274" title="Yanbu aramco" src="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/yanbu-aramco.gif?w=500&#038;h=343" alt="" width="500" height="343" /></a><p class="wp-caption-text">aramco yanbu</p></div>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><em>The city is divided into three villages, about 15 minutes drive by car away from each other. The Downtown (often called Al-Balad) is the actual city and has most of the population with all the shopping centers. Yanbu Al-Nakheel (The Palms) is the older part of the city where mostly farms would be found. Yanbu Al-Sina’iya (literally “the industrial Yanbu”), is the industrial city, established around 1975 with a very modern housing architecture. It houses all the major refineries and petrochemical installations and is still experiencing major growth.</em></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#333399;">***</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;">Kalau pejiarah dari Indonesia &#8211; berangkat dari tanah air maksudnya &#8211; baik menunaikan haji atau umroh, umumnya jemaah/pejiarah akan mendarat di Jeddah dan setelah itu ke Makkah.  Usai umroh akan melanjutkan perjalanan ke arah utara menuju Madinah.  Kalau musim haji jemaah bisa lebih dahulu ke <strong>Makkah</strong> atau ke Madinah, bergantung pengaturan dan kloternya.  Setahu saya jemaah haji tidak akan pernah melintasi kota Yanbu karena letak kota ini menyempil di sebelah barat Madinah persis di tepi Laut Merah, lagi pula Yanbu kota yg tidak ada hubungannya sama sekali dengan ritual haji atau umrah.  Lalu buat apa jemaah ke sana?  Tapi lain halnya kalau umroh,  dengan pengaturan lewat agent (kalau berangkat dari tanah air) dan atau keinginan sendiri dlm rangka umrah,  menyinggahi kota Yanbu bisa saja mungkin, baik sebelum atau sesudah umrah atau jiarah ke <strong>masjid Nabawi</strong>.  Semuanya bergantung rencana pribadi dan waktu yg disediakan untuk itu.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;">Kembali ke pertanyaan di atas, lalu kalau saya sendiri mengapa ngider ke Yanbu segala?</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;">Tidak ada alasan khusus, kecuali karena sekedar ingin melintasi saja, lagi pula saya punya waktu berlebih sedikit untuk travelling kemudian menyinggahi Yanbu dalam rangka perjalan makin ke utara lewat sisi barat menuju tujuan utama Madain Saleh. Posisi Yanbu yg menyimpang ke barat dari Madinah memang secara geografis letak yg membuat para pejiarah Mesjid Nabawi tidak kepikir untuk menyinggahinya, bahkan tidak tertutup kemungkinan orang malah balik bertanya, untuk apa ke sana dengan jarak yg lumayan jauh?  Buang2 waktu dan dana saja.  Tapi bagi saya ke Yanbu termasuk melengkapi misi “melengkapi putaran”  jazirah Saudi Arabia soalnya Saudi Arabia dari rute tengah, selatan dan utara sudah saya jabanin kecuali pesisiran barat sepanjang garus pantai Laut Merah.  Meski orang bisa mengatakan Yanbu tidak ada apa-apa untuk dilihat namun bagi saya tempat di mana di muka bumi ini yg belum pernah saya lihat tetap sebagai tantangan yg menarik untuk mendatangi dan melihatnya.</span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#333399;">**</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;">Lewat bantuan Distance Calculator yg tersedia di internet saya menghitung jarak tempuh Madinah ke Yanbu 235 km, artinya butuh sekitar 2,5 jam nyetir mobil dengan asumsi kecepatan rata2 100 km/jam.  Sebelum jumpa simpang tiga besar Madinah-Makkah-Yanbu di luar kota Madinah saya menyempatkan mengisi bahan bakar lebih dahulu,  setelah itu persis pukul 10 AM saya sudah di simpang tiga jalan,  mengikuti petunjuk GPS dan petunjuk jalan saya ambil jalan yg membelok ke kanan dengan arah dan tujuan Yanbu.   Cuaca sejak keberangkatan dari hotel dan meninggalkan kota Madinah tetap masih seperti semula,  diselimuti kabut debu tebal yang memberi kesan seolah udara pagi itu tetap sekitar menjelang matahari terbit, padahal hari telah pukul 10 pagi lewat.  Matahari jelas tidak kelihatan bahkan bayangannya pun tidak kita ketahui berada di posisi mana di atas kepala.  Semula saya mengharapkan nyetir mobil ke Yanbu pasti menyenangkan karena sudah membayangkan jalanan di kiri-kanan penuh dengan bukit dan pegunungan sesuai data satelit yg sebelumnya saya pelajari, bakal enak dipandang mata demikian perkiraan saya.  Namun adanya kabut debu yg memberikan jarak visibility hanya makismum 200 m hingga ini membuat angan-angan saya tidak terwujud. Tebalnya kabut memaksa nyetir pun harus bertahan maksimum 100 km/jam manakala jarak pandang di depan kira2 tembus 200 m saja, kadang jarak pandang ini mengecil hingga 20 m yg memaksa kecepatan mobil pun wajib dikurangi kalau tidak resiko bablas nubruk sesuatu di depan pasti terjadi.  Sepanjang jalan jarak pandang yg terbatas karena kabut debu tidaklah selalu seragam dari satu titik ke titik lainnya.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;">Mungkin karena kabut tidak terlihat banyak kendaraan yg melintas.  Sejak saya masuk ruas jalan raya yg menuju Yanbu hingga menjelang 1/3 jarak ke Yanbu,  perhitungan saya tidak lebih dari 10 mobil yg saya temui yg berada searah dengan saya.  Praktis bisa dikatakan seolah-olah hanya saya saja yg ada di jalan raya itu.  Kalau ada mobil lain yg berkecepatan lebih lambat dari saya maka otomatis dia akan tertinggal di belakang dan demikian pula mobil lain yg mendahului saya akan hilang dari pandangan dan setelah itu cuman saya sendiri yg ada di jalanan!   Perasaan kesendirian nyetir ini diperparah dengan visibility yg terbatas seperti saya sebut di atas,  kita kehilangan orientasi sedang berada di mana.  Seharusnya saya bisa melihat sedang berada di antara pegunungan, tapi karena tidak ada objek di luar jendela mobil yg ketangkap mata maka kita tidak tahu di mana kita. Hanya dengan GPS secara geografis saja yg membantu mengetahui posisi geografis kita,  selebihnya hanya kesan menyusuri jalan yg tak ada ujung!   Begitupun nyetir saya rasakan tenang dan nyaman,  pertama karena jalana menurun sepanjang Madinah &#8211; Yanbu dan yg kedua ialah tidak adanya “saingan” di jalanan,  sendiri menguasai jalan.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;">Cuaca mulai berubah ke arah lebih baik setelah kira-kira jarak sdh terlampaui 2/3 dari Madinah-Yanbu.  Di ufuk langit sudah tampak sedikit unsur biru dan jarak pandang pun bertambak menjadi sekitar 1 km ke depan,  di sisi kanan dan kiri jalan raya sudah jelas bentuk objek apa yg ada.  Bukit, gunung, batu cadas dan batu lempung, pohonan dan sesekali kelihatan jejak kebun,  semua sudah jelas bentuknya meski tetap saja matahari di langit belum terlihat.   Setiap kali jarak pandang bertambah setiap itu juga kecepatan mobil saya tambah dan sebaliknya kalau jarak pandang berkurang maka kecepatan mobil pun saya kurangi.  Akhirnya makin mendekati Yanbu udara makin cerah dan terang,  kabut debu makin tipis.  Sekitar jarak kira2 100 km lagi sampai Yanbu kabut debu sudah benar2 tidak ada,  jalanan pun kembali lurus dan datar, sesekali ada tikungan tumpul (kebalikan tikungan tajam .. hehehe).   Enam puluh kilometer lagi dari kota Yanbu jalan akan bertemu dgn simpang tiga lagi,  kalau ke kiri menuju Jeddah dan ke kanan Yanbu,  di belakang kita kota Madinah.  Jelas saya menyetir ke arah kanan di persimpangan tiga tersebut.  Kalau dari Madinah saya nyetir ke arah barat maka kini setelah melewati simpang tiga tadi perjalanan menuju utara.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;">Driving ke utara menuju Yanbu setelah melewati simpang tiga yg saya sebutkan sebelumnya saya menjumpai tiga titik pemeriksaan oleh Polantas Saudi tapi mobil dan keluarga tidak distop sehingga jalan bisa dikatakan tetap lancar, karena tidak ada kabut maka mobil bisa dipacu sampai sesuka hati,  namun saya tetap saja masih enjoy dengan speed 120 km/jam.  Beberapa titik ada jalan yg dialihkan berhubung perbaikan dan pengaspalan, jumlah kendaraan pun makin meningkat ramai walau tidak benar2 ramai sekali,  dibanding jalur Madinah-Yanbu sebelumnya dan rute Jeddah-Yanbu sekarang yg sedang saya lalui, lebih banyak kendaraan datang dari arah Jeddah. Jalan raya benar2 datar dan lurus saja mungkin karena letaknya yg sdh dekat dengan pantai, hanya beberapa kilometer saja di sisi barat, bahkan sekilas kadang ada penampakan ciri permukaan laut waktu jalan raya mengikuti garis pantai. Tiga puluh kilo meter menjelang Yanbu baru kita merasakan adanya tanda2 kehidupan di seputar situ,  yaitu jejak segala bentuk bangkai kendaraan di tanah yg dijadikan lokasi pembuangan.  Dua puluh kilometer sebelum sampai Yanbu, di sisi kiri jalan raya mulailah dijumpai kawasan industri,  kini benar-benar tanda kehidupan itu menjadi nyata!  ;-)</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;">Kota Yanbu kelihatannya sedang berekspansi, ini saya tandai dengan banyaknya kompleks perumahan yg sedang dlm tahap pembangunan di kiri dan kanan jalan beberapa belas kilometer dari pusat kota, bahkan ada satu mall baru yg tampak selesai di bangun.  Mall ini sepintas dari jalan raya dan mengingat lokasinya yg jauh dari kota seperti disengaja dibuat jauh toh mungkin nanti kota akan ekpansi ke daerah situ.  Jalan raya tampak dirawat bagus terutama hiasan tanaman di kiri-kanan.  Makin mendekati kota makin banyak road hump atau polisi tidur.  Sakin seringnya menjumpai road hump selama nyetir di Saudi maka saya sudah terbiasa untuk antisipasi di mana kira2 polisi tidur mulai banyak,  terutama memasuki kota Yanbu ini saya benar2 disambut dengan seringnya road hump sejak kira2 15 km menjelang masuk kota. Entah apa alasannya tapi satu yg saya percaya polisi tidur di sini dibuat karena memang rata2 supir Saudi ugal-ugalan sekali,  suka ngebut.  Anak muda suka ngebut itu masih wajar, namun orang tua yg suka ngebut dan cuek bukan tidak sedikit di jumpai di Saudi.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;">Akhirnya sampai juga di Yanbu,  waktu sudah seikit lagi masuk waktu sholat zuhur, waktu yg selalu bersamaan dengan suara keroncongan perut untuk diisi makan siang!   Memasuki pinggiran Yanbu saya langsung disergap perasaan seperti ada di jaman Wild Wild West. Bukan karena saya pernah di jaman cowboy america itu,  tapi bentuk dan suasana pinggiran Yanbu begitu saya ada di sana bagi saya mirip dengan kota2 cowboy Texas sono di tahun 1800-an.  Toko2 kusam, petak dan cuman warna krim yg berlantai dua.  Kota sepi seolah orang2 takut keluar karena kota sedang dijarah geng perampok berbedil!  Padahal hari itu adalah hari kamis, dan kelihatannya hari weekend makanya orang hampir tak ada di jalanan apalagi sdh masuk waktu sholat  zuhur.  Suasana kota agak mulai berubah ketika memasuki pusat kota, kendaraanpun lumayan rame juga.  Besarnya kota ini sebantar dengan Al Has (Hofuf), kota pertama yg dijumpai selepas border Qatar-Saudi. Secara tidak diduga di tengah kota bagian selatan kami melintas di jalan yg  melewati resto Pizza Hut, di jalan utama King Abdulaziz Rd, Al Nassem District, wah kebetulan sekali!  Tapi anak dan isteri saya terpaksa kecewa ternyata restorannya tutup.  Menutupi rasa kecewa akhirnya saya beli ice cream Baskin-Robbins yg tokonya persis di sebelah resto Pizza Hut. Anak2 terpaksa makan siang dengan ice cream buat sementara!</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;">Karena sudah waktu zuhur kini tujuan adalah mencari mesjid dan kalau bisa rehat sejenak.  Mobil saya luncurkan ke arah pantai atau cornice &#8211; membaca lewat GPS tentu.  Di cornice saya yakin pastia ada mesjid, parkir serta tpt utk  lesehan. Dugaan saya ini benar,  memasuki kawasan pantai dari jauh sudah kelihatan menara mesjid yg posisinya hanya belasan meter dari bibir laut.  Jalan ke pantai mirip jalan di cornice kota Doha,  terbagi dari dua jalur, di kiri- kanan bahu jalan tanaman hias dirawat rapi.   Yang tampak tidak terawat ialah pohonan yg ranting dan cabangnya sudah menjulang tinggi,  banyak ranting dan cabang sdh mati dibiarkan saja.  Pohon palm dan kurma juga kelihatan tidak serius dirawat, dahan yg sudah tua di setiap pohon dibiarkan menjuntai apa adanya. Salah satu bagian cornice ada kawasan yg disulap utk komedi putar tpt permainan anak2, di samping tersedianya play ground.  Sampai di cornice segera melaksanakan sholat secara bergantian dengan isteri, kemudian rehat sambil minum dan ngopi tidak lupa motret-motret keadaan sekeliling.  Di tepi pantai selalu ada saja mobil yg menyusuri pantai dari kedua arah yg berlawanan,  yg dari arah kanan menuju kiri dan sebaliknya.  Setiap pondok-pondok yg disediakan selalu ada orang yg menempatinya,  kadang sebuah keluarga, kadang grup anak lelaki dan pada pondok lain kelihatan ditempati oleh sekelompok wanita dari Philipine.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;">Tiinggi air laut merah ini tidak terlalu dalam dan tidak terlalu dangkal,  orang masih bisa berdiri dengan batas air seperut ketika berjarak 20-an meter arah ketengah. Ada juga beberapa keluarga membawa kain tenda untuk berfungsi sebagai penutup pandangan orang lain,  jadi tenda itu semacam dinding dan di bagian sebelah laut para wanita mandi entah berpakaian apa sehingga kok mereka merasa perlu di laut pun harus dibuat ruang seperti kamar mandi.  Kalau sewaktu masuk kota Yanbu cuaca tampak normal saja, namun di pantai kali ini cuaca sedikit berubah,  udara berdebu halus meski tidak menutupi jarak pandang.  Suhu udara terasa suam-suam kuku namun begitu tidak menimbulkan keringat meski berada di bawah langit terbuka.  Setelah merasa cukup berada di pantai saya ajak keluarga melanjutkan perjalanan, mengikuti orang2 yg berlalu lalang dengan mobil persisi di bibir pantai saya juga memasuki rute yg sama seperti mereka tapi dengan posisi arah meninggalkan pantai.   Sempat berhenti sejenak berfoto mangabadikan Laut Merah.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;">Meninggalkan kawasan pantai saya melewati kawasan Al Balad (Kota Tua cikal bakal Yanbu modern - 24°04′28.8″N   38°02′01.3″E) yg  memiliki kemiripan nasib dengan Al Balad di Jeddah,  tidak dipedulikan dan tidak diurus bahkan cenderung diterlantarkan.  Padahal arsitektur bangunan2 di kawasan ini begitu punya ciri khas sisa kejayaan masa lalu.  Meski kawasan Al Balad ini masuk dalam itinerary saya untuk Yanbu, tapi saya membatalkan niat untuk mengambil foto-foto.  Alasan pertama ialah karena suasana lengang jalanan dan kota setempat (kalau kita berhenti dan memotret akan sangat kontras dan mencolok bagi org) dan alasan kedua ialah kami harus mencari restoran mengisi perut yg tadi tertunda karena Pizza Hut tutup (24°00′06.5″N   38°11′55.2″E), alasan ketiga karena waktu perjalanan yg sudah mepet,  supaya saya bisa tiba di Al Ula tidak di malam hari maka meninggalkan Yanbu jangan sesudah pukul 3 sore.  Dari arah kornis tempat kami tadi singgah menuju resto Pizza Hut relatif jauh, saya memutuskan cari restoran arab saja yg tentu menjual nasi atau kalau jumpa resto Turky maka lebih baik, sebab anak2 akan lahap makan nasi bukhari dengan chicken sistawuknya.  Sayang, setelah muter2 tidak ketemu juga restoran yg dimaksud akhirnya memutuskan mendatangi lagi resto Pizza.  Resto Pizza-nya baru saja beberapa menit buka ketika kami tiba, malah saya adalah kostumer ke-2 di jam itu.  Kasirnya orang Philipine, menunggu pesanan siap lumayan juga lamanya.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;">Saya beserta anak-isteri meninggalkan Yanbu sekitar pukul 3 sore.  Bagi anak-isteri jelas makan pizzanya di dalam mobil. Seperti biasa sebelum keluar kota saya mengisi isi tanki minyak full lebih dahulu, kemudian mengeset GPS menuju titik kota Al Ula,  kira2 395 km jauhnya ke arah North-East.  Kalau kecepatan stabil 100 km/jam maka dalam waktu 4 jam akan tiba di tujuan setelah magrib.  Tapi saya sangsi akan bisa tiba dlm wkt empat jam, mengingat rute yg akan ditempuh akan membelah kawasan pegunungan di mana jalan berliku dan menanjak akan memperlambat laju kendaraan dengan kecepatan tidak bisa dipaksa selalu steady di 120 km/jam.</span></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><span style="color:#333399;">oOo</span></p>
<p style="text-align:justify;">
<br />Filed under: <a href='http://darmansjah.wordpress.com/category/berkelana/'>Berkelana</a> Tagged: <a href='http://darmansjah.wordpress.com/tag/al-ula/'>Al Ula</a>, <a href='http://darmansjah.wordpress.com/tag/al-wajh/'>Al Wajh</a>, <a href='http://darmansjah.wordpress.com/tag/doha/'>doha</a>, <a href='http://darmansjah.wordpress.com/tag/madinah/'>madinah</a>, <a href='http://darmansjah.wordpress.com/tag/qatar/'>qatar</a>, <a href='http://darmansjah.wordpress.com/tag/saudi-arabia/'>saudi arabia</a>, <a href='http://darmansjah.wordpress.com/tag/umm-lajj/'>Umm Lajj</a>, <a href='http://darmansjah.wordpress.com/tag/yanbu/'>yanbu</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/darmansjah.wordpress.com/1267/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/darmansjah.wordpress.com/1267/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/darmansjah.wordpress.com/1267/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/darmansjah.wordpress.com/1267/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/darmansjah.wordpress.com/1267/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/darmansjah.wordpress.com/1267/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/darmansjah.wordpress.com/1267/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/darmansjah.wordpress.com/1267/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/darmansjah.wordpress.com/1267/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/darmansjah.wordpress.com/1267/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/darmansjah.wordpress.com/1267/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/darmansjah.wordpress.com/1267/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/darmansjah.wordpress.com/1267/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/darmansjah.wordpress.com/1267/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=darmansjah.wordpress.com&amp;blog=13280251&amp;post=1267&amp;subd=darmansjah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://darmansjah.wordpress.com/2012/02/05/al-ulla/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>0.000000 0.000000</georss:point>
		<geo:lat>0.000000</geo:lat>
		<geo:long>0.000000</geo:long>
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/15f2b336ecd14a0a61ec5d1aa98a16b6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">darmansjah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/al-ula2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Al-Ula2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/al-wajh-1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Al Wajh 1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/yanbu-01.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">yanbu-01</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/um-lajj.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">um lajj</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/doha-qatar.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">doha qatar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/madinah.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">madinah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/02/yanbu-aramco.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Yanbu aramco</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Indahnya Wisata Beijing-Shanghai</title>
		<link>http://darmansjah.wordpress.com/2012/01/28/indahnya-wisata-beijing-shanghai/</link>
		<comments>http://darmansjah.wordpress.com/2012/01/28/indahnya-wisata-beijing-shanghai/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Jan 2012 07:54:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>darmansjah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[badaling]]></category>
		<category><![CDATA[beijing]]></category>
		<category><![CDATA[beijing china]]></category>
		<category><![CDATA[beijing hotels]]></category>
		<category><![CDATA[china]]></category>
		<category><![CDATA[china beijing]]></category>
		<category><![CDATA[china express]]></category>
		<category><![CDATA[danau xihu]]></category>
		<category><![CDATA[forbidden city]]></category>
		<category><![CDATA[great wall]]></category>
		<category><![CDATA[hangzhou]]></category>
		<category><![CDATA[huagang]]></category>
		<category><![CDATA[kampung meijia]]></category>
		<category><![CDATA[meijia vilaage]]></category>
		<category><![CDATA[nanjing road]]></category>
		<category><![CDATA[pagoda leifeng]]></category>
		<category><![CDATA[shanghai]]></category>
		<category><![CDATA[shanghai china]]></category>
		<category><![CDATA[shanghai hotels]]></category>
		<category><![CDATA[sungai huangpu]]></category>
		<category><![CDATA[temple of heaven]]></category>
		<category><![CDATA[the bund]]></category>
		<category><![CDATA[tian an men]]></category>
		<category><![CDATA[weather in beijing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://darmansjah.wordpress.com/?p=1021</guid>
		<description><![CDATA[Executive summary by Darmansjah Kebesaran masa lalu bisa menjadi atraksi wisata yang sangat memesona. Apalagi jika masa lalu itu sarat dengan perncapaian budaya yang mengundang decak kagum. China merupakan contoh nyata. Negara dengan jumlah penduduk terbanyak di dunia ini amat kaya berbagai peninggalan bersejarah. Mari simak satu per satu dalam artikel ini walaupun hanya sekelumit [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=darmansjah.wordpress.com&amp;blog=13280251&amp;post=1021&amp;subd=darmansjah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000080;"><a href="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/01/great-wall-of-china.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1022" title="Great Wall of China" src="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/01/great-wall-of-china.jpg?w=500&#038;h=333" alt="" width="500" height="333" /></a>Executive summary by<a href="http://darmansjah.wordpress.com/about-darmansjah/"><strong><em> Darmansjah</em></strong></a></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000080;">Kebesaran masa lalu bisa menjadi atraksi wisata yang sangat memesona. Apalagi jika masa lalu itu sarat dengan perncapaian budaya yang mengundang decak kagum. China merupakan contoh nyata. Negara dengan jumlah penduduk terbanyak di dunia ini amat kaya berbagai peninggalan bersejarah. Mari simak satu per satu dalam artikel ini walaupun hanya sekelumit kisah mengenai <strong>Beijing</strong> dan <strong>Shanghai</strong>.</span></p>
<div id="attachment_1024" class="wp-caption aligncenter" style="width: 470px"><a href="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/01/beijing-city.jpg"><img class="size-full wp-image-1024" title="beijing city" src="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/01/beijing-city.jpg?w=500" alt=""   /></a><p class="wp-caption-text">beijing city</p></div>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000080;">Siapa yang tidak mengetahui <em>The Great Wall</em>. Karya struktur raksasa ini merupakan salah satu dari keajaiban dunia yang wajib dinikmati. Salah satu lokasi  terbaik untuk menyimak tembok ini adalah di <em>Badaling</em>, yang terletak tidak jauh dari Beijing.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/01/tiananmen-square.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1023" title="tiananmen-square" src="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/01/tiananmen-square.jpg?w=500&#038;h=333" alt="" width="500" height="333" /></a></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000080;"><em>Tian An Men</em> dan <em>Forbidden City</em> adalah atraksi lain yang wajib dikunjungi di Beijing. Jangan lupa juga mampir ke <em>Temple of Heaven</em> yang merupakan kuil tempat kaisar melakukan upacara keagamaan.</span></p>
<div id="attachment_1025" class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><a href="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/01/beijing-forbidden-city.jpg"><img class="size-full wp-image-1025" title="beijing forbidden city" src="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/01/beijing-forbidden-city.jpg?w=500&#038;h=375" alt="" width="500" height="375" /></a><p class="wp-caption-text">forbidden city</p></div>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000080;">Selain Beijing, Shanghai akan memberikan pesona yang tidak kalah menariknya, misalnya hamparan tepian <em>Sungai Huan Phu</em> yang di kenal sebagai <em>The Bund</em>. Najing Road yang merupakan pusat pertokoan layaknya seperti Orchad Road di Singapura menambah keceriaan para wisatawan.</span></p>
<div class="mceTemp mceIEcenter">
<div id="attachment_1027" class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><a href="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/01/bund2.jpg"><img class="size-full wp-image-1027" title="bund2" src="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/01/bund2.jpg?w=500&#038;h=392" alt="" width="500" height="392" /></a><p class="wp-caption-text">the bund</p></div>
</div>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000080;">Setelah puas berbelanja, berikutnya menajajal kereta cepat China (China Express) yang terkenal dengan sistem teknologi kereta api superior menuju <em>Hangzhou</em>. Di sana terdapat <em>Taman Huagang</em> dan <em>Danau Xihu</em>. Dengan menaiki perahu mengelilingi Danau Xihu yang memesona akan membuat wisatawan terbuai dan enggan pulang. Pagoda Leifeng yang terkenal dengan legenda Siluman Ular Putih juga patut dikunjungi.</span></p>
<div id="attachment_1029" class="wp-caption aligncenter" style="width: 346px"><a href="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/01/huangzhou-west-lake-lotus.jpg"><img class="size-full wp-image-1029" title="Huangzhou-west-lake-lotus" src="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/01/huangzhou-west-lake-lotus.jpg?w=500" alt=""   /></a><p class="wp-caption-text">Huangzhou West Lake</p></div>
<p style="text-align:justify;"> <span style="color:#000080;">Kunjungan ke Kampung Meijia yang merupakan daerah perkebunan teh menajdi pengalaman tersendiri. Pertunjukkan sendratari tradisional yang dikemas dengan spektakuler di pusat budaya Dynasty Song menjadikan pengalaman semakin bermakna.</span></p>
<p style="text-align:justify;"> <span style="color:#000080;">Perjalanan Tour Beijing-Shanghai selam delapan hari, berbagai kenangan indah akan didapatkan disana. Dengan haraga yang terjangkau serta fasilitas yang menarik seperti pengurusan visa, semua akan diberikan oleh biro perjalanan yang terpecaya atau telusuri artikelnya di <a href="http://travelerguidance.blogspot.com/2011/04/millions-of-enchantment-in-china.html"><span style="color:#000080;">TravellerGuidance.Blogspot.com</span></a> atau <a href="http://www.dwidayatravel.com/"><span style="color:#000080;">DwidayaTravel.Com</span></a></span></p>
<br />Filed under: <a href='http://darmansjah.wordpress.com/category/uncategorized/'>Uncategorized</a> Tagged: <a href='http://darmansjah.wordpress.com/tag/badaling/'>badaling</a>, <a href='http://darmansjah.wordpress.com/tag/beijing/'>beijing</a>, <a href='http://darmansjah.wordpress.com/tag/beijing-china/'>beijing china</a>, <a href='http://darmansjah.wordpress.com/tag/beijing-hotels/'>beijing hotels</a>, <a href='http://darmansjah.wordpress.com/tag/china/'>china</a>, <a href='http://darmansjah.wordpress.com/tag/china-beijing/'>china beijing</a>, <a href='http://darmansjah.wordpress.com/tag/china-express/'>china express</a>, <a href='http://darmansjah.wordpress.com/tag/danau-xihu/'>danau xihu</a>, <a href='http://darmansjah.wordpress.com/tag/forbidden-city/'>forbidden city</a>, <a href='http://darmansjah.wordpress.com/tag/great-wall/'>great wall</a>, <a href='http://darmansjah.wordpress.com/tag/hangzhou/'>hangzhou</a>, <a href='http://darmansjah.wordpress.com/tag/huagang/'>huagang</a>, <a href='http://darmansjah.wordpress.com/tag/kampung-meijia/'>kampung meijia</a>, <a href='http://darmansjah.wordpress.com/tag/meijia-vilaage/'>meijia vilaage</a>, <a href='http://darmansjah.wordpress.com/tag/nanjing-road/'>nanjing road</a>, <a href='http://darmansjah.wordpress.com/tag/pagoda-leifeng/'>pagoda leifeng</a>, <a href='http://darmansjah.wordpress.com/tag/shanghai/'>shanghai</a>, <a href='http://darmansjah.wordpress.com/tag/shanghai-china/'>shanghai china</a>, <a href='http://darmansjah.wordpress.com/tag/shanghai-hotels/'>shanghai hotels</a>, <a href='http://darmansjah.wordpress.com/tag/sungai-huangpu/'>sungai huangpu</a>, <a href='http://darmansjah.wordpress.com/tag/temple-of-heaven/'>temple of heaven</a>, <a href='http://darmansjah.wordpress.com/tag/the-bund/'>the bund</a>, <a href='http://darmansjah.wordpress.com/tag/tian-an-men/'>tian an men</a>, <a href='http://darmansjah.wordpress.com/tag/weather-in-beijing/'>weather in beijing</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/darmansjah.wordpress.com/1021/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/darmansjah.wordpress.com/1021/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/darmansjah.wordpress.com/1021/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/darmansjah.wordpress.com/1021/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/darmansjah.wordpress.com/1021/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/darmansjah.wordpress.com/1021/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/darmansjah.wordpress.com/1021/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/darmansjah.wordpress.com/1021/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/darmansjah.wordpress.com/1021/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/darmansjah.wordpress.com/1021/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/darmansjah.wordpress.com/1021/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/darmansjah.wordpress.com/1021/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/darmansjah.wordpress.com/1021/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/darmansjah.wordpress.com/1021/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=darmansjah.wordpress.com&amp;blog=13280251&amp;post=1021&amp;subd=darmansjah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://darmansjah.wordpress.com/2012/01/28/indahnya-wisata-beijing-shanghai/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>0.000000 0.000000</georss:point>
		<geo:lat>0.000000</geo:lat>
		<geo:long>0.000000</geo:long>
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/15f2b336ecd14a0a61ec5d1aa98a16b6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">darmansjah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/01/great-wall-of-china.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Great Wall of China</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/01/beijing-city.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">beijing city</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/01/tiananmen-square.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">tiananmen-square</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/01/beijing-forbidden-city.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">beijing forbidden city</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/01/bund2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">bund2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/01/huangzhou-west-lake-lotus.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Huangzhou-west-lake-lotus</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bertualang dan menikmati alam di desa gunung batu</title>
		<link>http://darmansjah.wordpress.com/2012/01/09/bertualang-dan-menikmati-alam-di-desa-gunung-batu/</link>
		<comments>http://darmansjah.wordpress.com/2012/01/09/bertualang-dan-menikmati-alam-di-desa-gunung-batu/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Jan 2012 09:01:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>darmansjah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berkelana]]></category>
		<category><![CDATA[bogor]]></category>
		<category><![CDATA[desa]]></category>
		<category><![CDATA[gunung batu]]></category>
		<category><![CDATA[menikmati alam]]></category>
		<category><![CDATA[perjalanan wisata]]></category>
		<category><![CDATA[sentul]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://darmansjah.wordpress.com/?p=770</guid>
		<description><![CDATA[Oleh Darmansjah Perjalanan wisata, bersama teman atau kerabat, tentu saja tidak harus berarti pergi ke obyek obyek yang kondang  dan penuh dengan hiburan hiburan artificial. Pergi ke tempat yang mungkin belum banyak disebut orang, bahkan untuk menuju ke tempat tersebut pun  membutuhkan perjuangan ekstra, bisa menjadi pilihan  menarik kalau memang ingin mencicipi petualangan yang berbeda. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=darmansjah.wordpress.com&amp;blog=13280251&amp;post=770&amp;subd=darmansjah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000080;">Oleh <a href="http://darmansjah.wordpress.com/2011/01/28/aceh-sampai-papua-tersandera-korupsi/"><span style="color:#000080;">Darmansjah</span></a></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000080;"><a href="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/01/gunung-batu-bogor1.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-774" title="gunung batu bogor" src="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/01/gunung-batu-bogor1.jpg?w=500" alt=""   /></a><strong>Perjalanan wisata,</strong> bersama teman atau kerabat, tentu saja tidak harus berarti pergi ke obyek obyek yang kondang  dan penuh dengan hiburan hiburan artificial. Pergi ke tempat yang mungkin belum banyak disebut orang, bahkan untuk menuju ke tempat tersebut pun  membutuhkan perjuangan ekstra, bisa menjadi pilihan  menarik kalau memang ingin mencicipi petualangan yang berbeda.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000080;">Bagi mereka yang gemar bersepeda motor bersama rombongan kawan, kawasan Desa Suka Harja, Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat bisa menjadi pilihan yang menarik. Bukan hanya karena medan jalan berliku dan sedikit menantang dengan tanjakan dan turunan, desa yang dapat ditempuh sekitar tiga jam dar Jakarta tersebut memberikan pemandangan yang luar biasa.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000080;">Sawah yang membentang hingga sejauh maa memandang, sungai dengan air yang mengalir deras, serta udara sejuk menjadi hal yang akan jamak dijumpai begitu mendekati desa yang juga disebut Desa Gunung Batu, Memang bukan hanya motor yang bisa  mengakses jalan menuju desa tersebut, tetapi kalau melihat jalan yang lebarnya hanya cukup dilewati dua mobil, serta jalan yang rusak di beberapa tempat, tampaknya akan lebih tepat jika menggunakan mobil dengan <em>high clearance</em> (jarak antara bagian bawah kendaraan dengan permukaan jalan) yang tinggi.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="color:#000080;">Berinteraksi.</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000080;">Desa Suka Harja memiliki sebutan Desa Gunung Batu karena ada bukit batu yang terletak persis bersebelahan dengan desa tersebut dan sekaligus menjadi pemandangan yang memesona.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000080;">Berhentilah sejenak, menikmati hawa pegunungan, dan menyusuri keagungan alam yang ada di sekitar. Kalau mau, cobalah berbaur dengan masyarakat sekitar yang kehidupannya beleh dikata sangant sederhana, bahkan mungkin tertinggal, seolah berlawanan dengan gaya hidup di ibu kota yang serba modern dan penuh gemerlap.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000080;">Dari sinilah sebenarnya kita bisa belajar melihat kesulitan dan keterbatasan yang harus dihadapi oleh orang lain. Dari sini pula kita bisa belajar untuk berbagi dengan sesama, berbagi kebahagian, dan tentu saja bersyukur atas segala rahmat dan karunia yang kita terima. Nilai nilai itulah yang sangat mungkin akan kita bawa pulang sebagai cerita dan bekal yang sangat berharga untuk menjalanai keseharian.</span></p>
<br />Filed under: <a href='http://darmansjah.wordpress.com/category/berkelana/'>Berkelana</a> Tagged: <a href='http://darmansjah.wordpress.com/tag/bogor/'>bogor</a>, <a href='http://darmansjah.wordpress.com/tag/desa/'>desa</a>, <a href='http://darmansjah.wordpress.com/tag/gunung-batu/'>gunung batu</a>, <a href='http://darmansjah.wordpress.com/tag/menikmati-alam/'>menikmati alam</a>, <a href='http://darmansjah.wordpress.com/tag/perjalanan-wisata/'>perjalanan wisata</a>, <a href='http://darmansjah.wordpress.com/tag/sentul/'>sentul</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/darmansjah.wordpress.com/770/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/darmansjah.wordpress.com/770/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/darmansjah.wordpress.com/770/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/darmansjah.wordpress.com/770/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/darmansjah.wordpress.com/770/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/darmansjah.wordpress.com/770/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/darmansjah.wordpress.com/770/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/darmansjah.wordpress.com/770/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/darmansjah.wordpress.com/770/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/darmansjah.wordpress.com/770/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/darmansjah.wordpress.com/770/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/darmansjah.wordpress.com/770/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/darmansjah.wordpress.com/770/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/darmansjah.wordpress.com/770/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=darmansjah.wordpress.com&amp;blog=13280251&amp;post=770&amp;subd=darmansjah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://darmansjah.wordpress.com/2012/01/09/bertualang-dan-menikmati-alam-di-desa-gunung-batu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>0.000000 0.000000</georss:point>
		<geo:lat>0.000000</geo:lat>
		<geo:long>0.000000</geo:long>
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/15f2b336ecd14a0a61ec5d1aa98a16b6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">darmansjah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://darmansjah.files.wordpress.com/2012/01/gunung-batu-bogor1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">gunung batu bogor</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KEHIDUPAN</title>
		<link>http://darmansjah.wordpress.com/2011/12/24/kehidupan/</link>
		<comments>http://darmansjah.wordpress.com/2011/12/24/kehidupan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 Dec 2011 04:09:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>darmansjah</dc:creator>
				<category><![CDATA[explore]]></category>
		<category><![CDATA[existence]]></category>
		<category><![CDATA[insurance life]]></category>
		<category><![CDATA[life]]></category>
		<category><![CDATA[life assurance]]></category>
		<category><![CDATA[life insurance]]></category>
		<category><![CDATA[life quotes]]></category>
		<category><![CDATA[mountain]]></category>
		<category><![CDATA[mountaineer]]></category>
		<category><![CDATA[porter]]></category>
		<category><![CDATA[quotes about life]]></category>
		<category><![CDATA[rinjani mountain]]></category>
		<category><![CDATA[segara anak]]></category>
		<category><![CDATA[what is life]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://darmansjah.wordpress.com/?p=975</guid>
		<description><![CDATA[Mendaki Gunung untuk Hidup Executive summary by darmansjah Jalan setapak itu mendaki tanpa ampun. Terus mendaki, tak berkesudahan. Napas tersengal, tenaga terkuras. Pantas saja para pendaki menyebut tanjakan itu “Bukit Penyesalan”. Maksudnya barangkali untuk menyesali  ‘dosa-dosa’ masa lalu karena kurang giat olah fisik, oleh Ahmad Arif dan Agung Setyahadi. Bersandal jepit, Marahidun (50) berjalan tanpa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=darmansjah.wordpress.com&amp;blog=13280251&amp;post=975&amp;subd=darmansjah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2 style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">Mendaki Gunung untuk Hidup</span></h2>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;"><a href="http://darmansjah.files.wordpress.com/2011/12/rinjani-mountain1.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-976" title="rinjani mountain1" src="http://darmansjah.files.wordpress.com/2011/12/rinjani-mountain1.jpg?w=500" alt=""   /></a></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">Executive summary by<strong><a href="http://darmansjah.wordpress.com/about-darmansjah/"> darmansjah</a></strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;"><em>Jalan setapak itu mendaki tanpa ampun. Terus mendaki, tak berkesudahan. Napas tersengal, tenaga terkuras. Pantas saja para pendaki menyebut tanjakan itu “Bukit Penyesalan”. Maksudnya barangkali untuk menyesali  ‘dosa-dosa’ masa lalu karena kurang giat olah fisik</em>, oleh Ahmad Arif dan Agung Setyahadi.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">Bersandal jepit, Marahidun (50) berjalan tanpa jeda. Dua keranjang berisi bahan makanan seberat 30 kilogram yang dia pikul seolah tak membebaninya. Lelaki dari Desa Sembalun Lawang. Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, itu melewati kami yang terengah di “Bukit Penyesalan” di <strong>lereng Gunung Rinjani</strong>.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://darmansjah.files.wordpress.com/2011/12/rinjani-mountain2.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-978" title="rinjani mountain2" src="http://darmansjah.files.wordpress.com/2011/12/rinjani-mountain2.jpg?w=500&#038;h=331" alt="" width="500" height="331" /></a></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">Syaifudin (30) juga bersandal jepit dan memikul keranjang berisi bahan makanan. Persis seperti Marahidun, gerakan kakinya lincah seperti kijang muda. Begitu cepat dan tanpa jeda.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">Kedua <em>porte</em>r (pengangkut barang) ini bergegas untuk sampai di pos pemberhentian di Plawangan Bemablun untuk menyiapkan makanan. Sambil menghela napas, kami bertanya apa menu siang itu. “<em>Vegetable</em>  biasa” seru Syaifudin, pemimpin <em>porter</em>. Kebiasaan dia melayani pendaki luar negeri membuat lelaki yang tak bisa baca-tulis ini menyebut menu sayur rebus dengan bahasa campuran, Inggris-Indonesia.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">Banyaknya alat yang dibawa, termasuk perahu karet, medan pendakian yang berat dan panjang, hingga sulitnya air bersih membuat peran <em>porter </em>menjadi sangat penting. Ahli botani Belanda, Zollinger, yang tercatat sebagai pendaki pertama ke Rinjani pada 1846, juga mengandalkan <em>porter</em> local. Namun, dia akhirnya membatalkan niat ke puncak karena kehabisan air bersih.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://darmansjah.files.wordpress.com/2011/12/rinjani-mountain-segara-anak.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-982" title="rinjani mountain segara anak" src="http://darmansjah.files.wordpress.com/2011/12/rinjani-mountain-segara-anak.jpg?w=500&#038;h=323" alt="" width="500" height="323" /></a></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">Pendakian berikutnya ke Rinjani juga selalu mengandalkan porter. Vulkanolog dri Direktorat Geologi (Bandung), Kama Kusumadinata  yang mendaki Rinjani pada tahun 1969, juga mengandalkan porter local. Dengan tim pendaki beranggotakan empat orang. Kusumadinata membawa delapan porter local, termasuk satu pemangku adat dari Senaru.  “Orang-orang itu memang kuat-kuat berjalan,” kata Kusumadinata.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">Pendakian ke Rinjani pada masa lalu harus disertai pemangku adat. “Pendakian waktu itu juga disertai pemangku gunung karena Rinjani masih dianggap sebagai tempat keramat,” ujar Marahidun, yang menjadi <em>porter </em>sejak tahun 1989. Awalnya, dia menjadi <em>porter </em>karena diperintahkan Kepala Dusun Sembalun Mustiadi untuk menemani peneliti Amerika Serikat yang ingin meneliti flora dan fauna di Rinjani.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://darmansjah.files.wordpress.com/2011/12/rinjani-mountain-segara-anak1.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-983" title="rinjani mountain segara anak1" src="http://darmansjah.files.wordpress.com/2011/12/rinjani-mountain-segara-anak1.jpg?w=500&#038;h=375" alt="" width="500" height="375" /></a></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">Saat itu, belum banyak warga sekitar Rinjani yang menjadi porter. Warga lebih memilih menjadi petani. Sembalun Berjaya sebagai penghasil bawang putih. “Warga mendaki Rinjani saat itu lebih untuk mencari kesembuhan atau bertapa,” kata Syaifudin.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;"><strong>Jalur Wisata</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">Hingga tahun 1990-an, mencari porter di Rinjani tidaklah gampang. Selain medan yang sulit, tak sembarang orang berani mendaki kesana. Gunung Rinjani merupakan gunung keramat bagi warga setempat. Pendakian juga memakan waktu lama karena harus membuka semak belukar sepanjang jalan.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">Pendakian semakin berat selepas <strong>Sungai Padabalong</strong> hingga <strong>Plawangan Sembalun</strong>. Jalurnya terus menanjak tanpa ampun. Rute menuju Plawangan Sembalun terkenal dengan sebutan “Bukit Penyesalan”.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://darmansjah.files.wordpress.com/2011/12/rinjani-mountain-plawangan-simbalun.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-977" title="rinjani mountain plawangan simbalun" src="http://darmansjah.files.wordpress.com/2011/12/rinjani-mountain-plawangan-simbalun.jpg?w=500" alt=""   /></a></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">Namun, menjelang tahun 2000-an, pertanian di kaki Rinjani semakin mundur. Sejak saat itu, banyak warga beralih profesi menjadi porter. “Saat itu, kami mendapat bayaran Rp.2500 per hari. Jika dibelanjakan upan sehari itu bisa mendapat 50 kilogram beras,” kata Marahidun. Upah itu sangat besar waktu itu dibandingkan upah buruh bangunan atau tani yang hanya Rp. 200 perhari.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">Seiring dengan waktu, jalur pendakian ke <strong>Gunung Rinjani</strong> semakin popular, khususnya bagi pendaki mancanegara. Puncaknya, pada tahun 2009, jumlah pendaki Rinjani dari luar negeri mencapai 8.455 orang. Adapun jumlah pendaki dalam negeri mencapai 1.668 orang.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">Kebutuhan akan porter pun meningkat. Namun, upah sebagai porter jauh lebih kecil dibandingkan tahun 1990-an. Kini, sebagai porter, Marahidun dibayar Rp.100.000 per hari, setara dengan 20 kilogram beras (tahun 2011 ini).</span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="color:#800000;">ATM warga</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">Meskipun rezeki dari bekerja sebagai porter mengecil, pekerjaan itu tetap menjadi tumpuan. Upah porter jauh lebih besar dibandingkan upah tukang ojek, yang rata-rata mendapat Rp.30.000 per hari, atau buruh tani, yang mendapat Rp.15.000 per hari.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">Pertanian makin tidak menjanjikan. “Kalau ditanami malah rugi” kata Syaifudin.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://darmansjah.files.wordpress.com/2011/12/rinjani-mountain-porter1.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-979" title="rinjani mountain porter1" src="http://darmansjah.files.wordpress.com/2011/12/rinjani-mountain-porter1.jpg?w=500" alt=""   /></a></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">“ATM kami, ya, di gunung ini,” ujar Rahidun (22). Rahidun kembali ke Sembalun dan menjadi <em>porter</em> pada awal 2011 setelah merantau selama delapan tahun di Sabah, Malaysia.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://darmansjah.files.wordpress.com/2011/12/rinjani-mounatin-porter2.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-980" title="rinjani mounatin porter2" src="http://darmansjah.files.wordpress.com/2011/12/rinjani-mounatin-porter2.jpg?w=500" alt=""   /></a></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">Kini, warga Rinjani mendaki gunung untuk hidupu. “Kalau tak ada Rinjani, kam itak bisa makan sekarang,” kata Syaifudin.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://darmansjah.files.wordpress.com/2011/12/rinjani-mountain-porter3.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-981" title="rinjani mountain porter3" src="http://darmansjah.files.wordpress.com/2011/12/rinjani-mountain-porter3.jpg?w=500&#038;h=375" alt="" width="500" height="375" /></a></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">Namun, jadi <em>porter</em> pun mengenal musim. Selama Desember hingga Januari, jalur pendakian di Rinjani di tutup karena memasuki musim hujan dan badai. Pada bulan-bulan itu, para porter biasa memilih bekerja sebagai buruh migrant di Malaysia begitu turun dari Rinjani. “Uang bayaran ini akan saya pakai utnuk bayar tekong yang sia bawa bekerja di Malaysia,” katanya.  “Bualan-bulan ke depan, ATM kami di gunung ditutup.”</span></p>
<br />Filed under: <a href='http://darmansjah.wordpress.com/category/explore/'>explore</a> Tagged: <a href='http://darmansjah.wordpress.com/tag/existence/'>existence</a>, <a href='http://darmansjah.wordpress.com/tag/insurance-life/'>insurance life</a>, <a href='http://darmansjah.wordpress.com/tag/life/'>life</a>, <a href='http://darmansjah.wordpress.com/tag/life-assurance/'>life assurance</a>, <a href='http://darmansjah.wordpress.com/tag/life-insurance/'>life insurance</a>, <a href='http://darmansjah.wordpress.com/tag/life-quotes/'>life quotes</a>, <a href='http://darmansjah.wordpress.com/tag/mountain/'>mountain</a>, <a href='http://darmansjah.wordpress.com/tag/mountaineer/'>mountaineer</a>, <a href='http://darmansjah.wordpress.com/tag/porter/'>porter</a>, <a href='http://darmansjah.wordpress.com/tag/quotes-about-life/'>quotes about life</a>, <a href='http://darmansjah.wordpress.com/tag/rinjani-mountain/'>rinjani mountain</a>, <a href='http://darmansjah.wordpress.com/tag/segara-anak/'>segara anak</a>, <a href='http://darmansjah.wordpress.com/tag/what-is-life/'>what is life</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/darmansjah.wordpress.com/975/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/darmansjah.wordpress.com/975/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/darmansjah.wordpress.com/975/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/darmansjah.wordpress.com/975/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/darmansjah.wordpress.com/975/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/darmansjah.wordpress.com/975/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/darmansjah.wordpress.com/975/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/darmansjah.wordpress.com/975/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/darmansjah.wordpress.com/975/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/darmansjah.wordpress.com/975/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/darmansjah.wordpress.com/975/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/darmansjah.wordpress.com/975/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/darmansjah.wordpress.com/975/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/darmansjah.wordpress.com/975/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=darmansjah.wordpress.com&amp;blog=13280251&amp;post=975&amp;subd=darmansjah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://darmansjah.wordpress.com/2011/12/24/kehidupan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>0.000000 0.000000</georss:point>
		<geo:lat>0.000000</geo:lat>
		<geo:long>0.000000</geo:long>
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/15f2b336ecd14a0a61ec5d1aa98a16b6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">darmansjah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://darmansjah.files.wordpress.com/2011/12/rinjani-mountain1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">rinjani mountain1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://darmansjah.files.wordpress.com/2011/12/rinjani-mountain2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">rinjani mountain2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://darmansjah.files.wordpress.com/2011/12/rinjani-mountain-segara-anak.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">rinjani mountain segara anak</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://darmansjah.files.wordpress.com/2011/12/rinjani-mountain-segara-anak1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">rinjani mountain segara anak1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://darmansjah.files.wordpress.com/2011/12/rinjani-mountain-plawangan-simbalun.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">rinjani mountain plawangan simbalun</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://darmansjah.files.wordpress.com/2011/12/rinjani-mountain-porter1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">rinjani mountain porter1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://darmansjah.files.wordpress.com/2011/12/rinjani-mounatin-porter2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">rinjani mounatin porter2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://darmansjah.files.wordpress.com/2011/12/rinjani-mountain-porter3.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">rinjani mountain porter3</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
